Jakarta, 4 Februari 2026 –PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) dengan kode saham WTON membukukan omzet kontrak baru senilai Rp4 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan kinerja yang solid serta fundamental bisnis yang kuat ini dinilai menempatkan WIKA Beton sebagai salah satu Boutique Stock yang menarik di sektor infrastruktur.
Perolehan tersebut didorong oleh optimalisasi produk beton pracetak khusus dan keberhasilan menembus berbagai proyek strategis, baik di pasar domestik maupun internasional. Sejumlah proyek strategis menjadi penopang utama perolehan tersebut. Di pasar domestik, WIKA Beton mengamankan proyek Railway Systems dan Trackwork pada Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A. Sementara untuk ekspansi global, perseroan memperkuat posisinya melalui proyek Metro Manila Subway di Filipina.
Tidak hanya fokus pada proyek infrastruktur konvensional, WIKA Beton juga mendorong proyek-proyek yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Inovasi produk ramah lingkungan seperti Sumur Resapan segmental dan Concrete Reef Unit (terumbu karang buatan). Perseroan juga mengembangkan solusi hunian WIKA Beton Home (WHOME) sebagai inisiasi mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah dan Hunian Tetap pasca bencana.
Diversifikasi portofolio juga terlihat dari keterlibatan WIKA Beton dalam proyek pembangunan pusat data (data center) di Batam, yang memanfaatkan berbagai produk beton pracetak untuk mendukung transformasi digital nasional.
Komposisi Pelanggan dan Geografis
Dari sisi komposisi pelanggan, sektor swasta mendominasi dengan kontribusi 54,85% dari total omzet kontrak baru. Posisi kedua ditempati BUMN dengan porsi 21,65%, diikuti Kerja Sama Operasi (KSO)/Joint Operation (JO) sebesar 18,33%, serta WIKA dan afiliasi sebesar 5,17%.
Secara geografis, pasar domestik masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 95,4%, sementara proyek luar negeri mencapai 4,6%. Meski porsi pasar Internasional masih relatif kecil, keberhasilan menembus pasar Filipina menunjukkan potensi pertumbuhan ekspansi regional.
Diversifikasi Sektor Proyek
Portofolio proyek WIKA Beton tersebar di berbagai sektor dengan infrastruktur sebagai kontributor terbesar mencapai 56,35%. Sektor industri menyumbang 15,85%, properti 11,63%, kelistrikan 11,39%, tambang 3,73%, dan energi 1,05%.
Distribusi yang merata di berbagai sektor ini menjadi strategi mitigasi risiko sekaligus menunjukkan fleksibilitas WIKA Beton dalam beradaptasi dengan dinamika pasar. Ketergantungan pada satu sektor pun dapat diminimalisir, menciptakan fondasi bisnis yang lebih resilient.
Komitmen Jangka Panjang
Perolehan kontrak baru ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan eksekusi WIKA Beton, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai boutique stock yang memiliki fundamental spesifik dan keunggulan kompetitif di industri beton pracetak. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, perseroan berkomitmen untuk terus mendorong value creation yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Strategi pertumbuhan inklusif yang berjalan beriringan dengan prinsip ESG ini menjadi fondasi utama WIKA Beton dalam menghadapi dinamika industri konstruksi ke depan, memastikan perseroan tetap relevan dan tangguh di tengah persaingan pasar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































