Jakarta Selatan, Kamis, 27 November 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) atau Kelompok 7 dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bertema “Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari” di SD Negeri Karet 04 Pagi, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan menguatkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi yang kian memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi ini melibatkan puluhan siswa dan guru di lingkungan sekolah. Melalui metode penyampaian yang interaktif, tim PkM berupaya memperkenalkan sekaligus memperdalam pemahaman siswa mengenai pentingnya sikap toleransi, gotong royong, kejujuran, rasa keadilan, serta semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi ini menjadi salah satu wujud nyata peran mahasiswa dalam mendukung penguatan karakter bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional, sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia memiliki peran vital dalam membentuk karakter, moral, dan perilaku warga negara. Tidak hanya berfungsi sebagai landasan konstitusional, Pancasila juga menjadi pedoman etis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial yang terkandung di dalamnya seharusnya tercermin dalam tindakan dan keputusan setiap individu Indonesia, termasuk pada generasi muda yang saat ini sedang tumbuh di era globalisasi dan digitalisasi.

Namun, pada kenyataannya, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menghadapi berbagai tantangan. Arus globalisasi membawa masuk pengaruh budaya asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Sementara itu, digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, berpikir, dan menyikapi perbedaan. Media sosial menjadi ruang bebas yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat, tetapi di sisi lain juga mempermudah penyebaran ujaran kebencian, berita bohong (hoaks), dan provokasi yang memicu perpecahan di masyarakat.
Menyadari kondisi tersebut, Kelompok 7 PkM Universitas Bina Sarana Informatika merasa perlu melakukan langkah konkret untuk ikut serta dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Pilihan lokasi kegiatan jatuh pada SD Negeri Karet 04 Pagi yang terletak di Jalan Karet Belakang Barat No. 5, RT 12/RW 02, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Sekolah ini berada di kawasan padat penduduk dengan latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi yang beragam. Hal tersebut menjadikan SDN Karet 04 Pagi sebagai lokasi yang sangat relevan untuk kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila. Pihak sekolah menyambut baik rencana kegiatan ini. Kepala sekolah beserta para guru menyampaikan dukungan penuh dan antusiasme mereka terhadap pelaksanaan sosialisasi yang dinilai sejalan dengan misi pendidikan karakter yang selama ini digaungkan di lingkungan sekolah. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sikap dan perilaku siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan, rasa saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh pihak sekolah beserta tim PkM. Suasana aula tampak semarak dengan kehadiran para siswa yang duduk rapi dan penuh rasa ingin tahu. Tim PkM yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika membuka kegiatan dengan perkenalan diri dan penjelasan singkat mengenai tujuan kedatangan mereka ke sekolah tersebut. Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah “Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”. Penyampaian materi dikemas secara sederhana dan menarik dengan bantuan media PowerPoint yang berisi gambar, ilustrasi, serta contoh-contoh konkret yang mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar. Tim memaparkan arti dan makna dari setiap sila Pancasila, kemudian mengaitkannya dengan situasi dan pengalaman yang biasa ditemui siswa di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim PkM. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan contoh pengamalan nilai Pancasila di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar. Bagi siswa yang berhasil menjawab, tim telah menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar mereka semakin bersemangat dalam memahami dan mengamalkan nilai Pancasila. Melalui kegiatan tanya-jawab, siswa dapat memahami konsep Pancasila secara kognitif dan mengalami secara langsung dalam tindakan nyata. Pendekatan ini sejalan dengan teori pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya pendidikan yang menyentuh aspek pikir, rasa, dan karsa secara utuh. Dengan pengalaman langsung, nilai-nilai Pancasila diharapkan lebih membekas dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari siswa.
Kegiatan sosialisasi edukasi “Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari” yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kelompok 7 Universitas Bina Sarana Informatika di SDN Karet 04 Pagi, Jakarta Selatan, menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masa depan bangsa. Melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan aplikatif, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































