KOTA BEKASI Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bekasi sukses menyelenggarakan kegiatan pendidikan kaderisasi tingkat menengah, yakni Latihan Kader Utama (LAKMUD) VI dan Pendidikan Latihan Pertama (DIKLATAMA). Acara berlangsung selama tiga hari, mulai dari 14 hingga 16 November di Kota Bekasi.
Merangkul Tradisi, Merawat Inovasi
Kegiatan kaderisasi ini mengangkat tema yang relevan dengan tantangan pelajar hari ini, yaitu “Merangkul Tradisi, Merawat Inovasi.”
Tema tersebut menegaskan komitmen IPNU-IPPNU Kota Bekasi untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai tradisi yang harus dipertahankan, sembari mendorong para kader untuk menjadi pelopor inovasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital.
Fokus Utama LAKMUD dan DIKLATAMA
LAKMUD VI diikuti oleh puluhan kader pilihan yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin strategis di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan komisariat (PK) . Materi yang disampaikan meliputi Materi idiologi , kepemimpinan dan beberapa materi lokal.
Sementara itu, DIKLATAMA menekankan pada pembentukan karakter disiplin, kemandirian, dan semangat pengabdian. Pelatihan ini menjadi wahana untuk mencetak kader yang tangguh dan memiliki kesiapan mental serta fisik dalam menjalankan tugas organisasi.
Pesan Penutup dan Harapan Diskusi Fungsional (FGD)
Amanat Instruktur dan Ajakan Berkelanjutan
Dalam Forum Group Discussion (FGD), Ade Shohibbul Khafidz, Instruktur PW IPNU Jawa Barat sekaligus Pengurus PC IPNU Kota Bekasi, menyampaikan penekanan penting:
1.Diskusi Berkelanjutan: Proses diskusi tidak hanya berhenti pada forum selama tiga hari ini, namun harus terus dilanjutkan oleh seluruh peserta di Pimpinan Anak Cabang (PAC) masing-masing.
2. Peran Rekan/Rekaniita Pilihan: Rekan dan Rekanita adalah individu-individu pilihan dari PAC. Oleh karena itu, sudah sepatutnya teman-teman mengaplikasikan dan memberikan kemanfaatan dari ilmu serta hasil diskusi yang telah didapatkan selama tiga hari forum kepada kepemimpinan di tingkat PAC. Ujar shohibbul
Harapan untuk Estafet Kepemimpinan PC IPNU-IPPNU Kota Bekasi
Mengingat periode kepengurusan PC IPNU-IPPNU Kota Bekasi sudah berada di ujung masa khidmatnya, kami memiliki harapan besar:
Penerus Perubahan: Peserta forum diharapkan dapat meneruskan perjuangan dan menjadi agen perubahan positif yang membawa organisasi ke arah yang lebih baik di masa depan ,Tambah shohibbul .
Di kesempatan yang sama, Rekanita Nasyifa Aulia Putri, Pelatih PW IPPNU Jawa Barat juga memberikan beberapa refleksi penting. Menurut Rekanita Syifa, kaderisasi bukan hanya tentang hadir, mengikuti materi, atau menyelesaikan tugas, tetapi tentang membentuk pola pikir dan orientasi perjuangan.
“Bagi saya, Kader bukan lahir dari moment, tetapi dari proses. Dan proses itu membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar”
Kegiatan LAKMUD VI dan DIKLATAMA ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan IPNU-IPPNU. Kader telah ditempa baik secara intelektual, emosional, spiritual, maupun fisik. Sekarang, tantangannya adalah bagaimana mereka membawa nilai-nilai ini ke ruang pengabdian masing-masing.
“Kemenangan bukan tentang siapa yang selesai lebih dulu, tetapi siapa yang mampu tetap berjalan ketika orang lain menyerah,” tutup Syifa.
Sebuah pesan yang menjadi representasi bahwa kader IPNU-IPPNU dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan umat, bangsa, dan peradaban.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kemampuan manajerial, intelektual, dan spiritual yang mumpuni, siap mengabdi di masyarakat dan menjadi agen perubahan positif di Kota Bekasi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































