Garut, 12 Desember 2025 – MIS Ar-Raudhotun Nur melaksanakan pembelajaran kontekstual melalui simulasi atau praktik shalat jenazah yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 6. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk bermain peran sehingga proses belajar terasa lebih hidup, menyenangkan, dan tidak menegangkan. Praktik shalat jenazah tersebut menjadi bagian dari penilaian kokurikuler yang menekankan pada pemahaman materi sekaligus pembentukan sikap keberanian dan kepedulian sosial siswa.
Dipilihnya praktik shalat jenazah sebagai bentuk penilaian dilatarbelakangi oleh masih adanya anggapan di kalangan siswa bahwa shalat jenazah merupakan ibadah yang menakutkan dan bukan menjadi kewajiban mereka. Sebagian siswa mengaku merasa takut untuk terlibat langsung, bahkan cenderung menghindari praktik tersebut. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya meluruskan pemahaman sekaligus menghilangkan rasa takut yang selama ini melekat.
Ibu Ai Nia Rahma, S.Pd selaku Wali Kelas 6 sekaligus pelaksana praktik, memberikan edukasi secara bertahap dan mudah dipahami mengenai pelaksanaan shalat jenazah. Mulai dari niat, jumlah takbir, bacaan doa, hingga posisi imam dan makmum dijelaskan dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan usia siswa. Selain tata cara, beliau juga menekankan hukum shalat jenazah sebagai fardu kifayah bagi seorang muslim. “Banyak anak yang awalnya merasa takut dan menganggap shalat jenazah bukan tanggung jawab mereka. Melalui praktik ini, saya ingin menanamkan pemahaman bahwa shalat jenazah adalah bagian dari ibadah umat Islam yang perlu diketahui dan dipahami sejak dini,” ujar Ibu Ai Nia Rahma, S.Pd.

Dengan pendekatan komunikatif dan penuh empati, suasana praktik shalat jenazah berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keseriusan, namun tetap terasa nyaman bagi siswa. Guru tidak hanya berdiri sebagai pemberi instruksi, tetapi juga sebagai pendamping yang membimbing setiap langkah siswa dengan sabar. Siswa dibagi ke dalam beberapa peran, seperti imam, makmum, serta pengatur posisi jenazah, sehingga seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat secara aktif. Pembagian peran ini membuat siswa memahami secara utuh alur pelaksanaan shalat jenazah, tidak hanya dari sisi gerakan, tetapi juga makna dan tanggung jawab di baliknya.
Penjelasan yang disampaikan secara perlahan dan berulang, disertai contoh langsung, membantu siswa memahami materi tanpa merasa tertekan. Ketika ada siswa yang masih ragu atau melakukan kesalahan, guru memberikan arahan dengan bahasa yang lembut dan mudah dimengerti. Hal tersebut menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan keberanian untuk mencoba kembali tanpa rasa takut atau malu. Ibu Ai Nia Rahma, S.Pd menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik memiliki dampak yang lebih kuat terhadap pembentukan sikap dan karakter siswa. “Jika hanya dijelaskan secara teori, anak-anak masih merasa ragu dan membayangkan hal-hal yang menakutkan. Namun ketika mereka mempraktikkan langsung dengan suasana yang santai dan menyenangkan, rasa takut itu hilang dengan sendirinya dan berubah menjadi pemahaman,” tuturnya.
Respons positif pun terlihat jelas dari para siswa. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif mengajukan pertanyaan, serta saling berdiskusi ketika mempraktikkan setiap tahapan shalat jenazah. Kesungguhan siswa terlihat dari cara mereka memperhatikan arahan guru dan berusaha melaksanakan praktik dengan benar. Rasa takut yang sebelumnya muncul perlahan berubah menjadi pemahaman yang utuh dan kesiapan mental untuk melaksanakan shalat jenazah apabila dibutuhkan di kehidupan nyata.
Melalui praktik shalat jenazah ini, MIS Ar-Raudhotun Nur tidak hanya melakukan penilaian terhadap aspek kognitif siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti keberanian, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial sebagai seorang muslim. Pembelajaran ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa kelas 6, agar kelak mereka mampu berperan aktif dan tidak ragu menjalankan kewajiban keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































