Perkembangan teknologi pembayaran digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, termasuk di kalangan pelajar. Di era QRIS, transaksi non-tunai semakin mudah, cepat, dan praktis. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi keuangan sejak dini agar siswa mampu mengelola kebiasaan cashless secara bijak dan bertanggung jawab.
Sebagai wujud kepedulian terhadap literasi keuangan generasi muda, mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini dipimpin oleh Farisa Adzkia Putri sebagai ketua kelompok, yang beranggotakan Syahanila Fadia Hayya dan Wafiq Nur Aini dengan fokus pada penguatan kontrol diri keuangan pribadi siswa.
PKM tersebut diselenggarakan di SMA GITA KIRTTI 3 Jakarta pada tanggal 19 November 2025. Sekolah ini dipilih karena memiliki lingkungan belajar yang aktif dan terbuka terhadap inovasi pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan PKM bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep cashless, manfaat penggunaan QRIS, serta potensi risiko yang dapat muncul apabila tidak diimbangi dengan kontrol diri yang baik. Siswa diajak memahami bahwa kemudahan transaksi dapat memengaruhi perilaku konsumtif jika tidak dikelola secara sadar.

Dalam pemaparan materi, tim PKM menjelaskan perbedaan antara transaksi tunai dan non-tunai, serta bagaimana cashless payment dapat mengaburkan persepsi pengeluaran. Siswa diberikan contoh nyata bagaimana pengeluaran kecil namun sering dapat berdampak besar pada kondisi keuangan pribadi.
Selain penyampaian teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif. Siswa diajak berbagi pengalaman pribadi terkait penggunaan dompet digital dan QRIS dalam kehidupan sehari-hari, sehingga materi terasa lebih dekat dan relevan dengan realitas mereka.
Farisa Adzkia Putri sebagai ketua kelompok menekankan pentingnya kontrol diri dalam bertransaksi. Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya tentang menghitung uang, tetapi juga tentang kemampuan menahan diri, menetapkan prioritas, dan membuat keputusan keuangan yang rasional.
Melalui simulasi sederhana, siswa dilatih untuk membuat anggaran harian dan mencatat pengeluaran non-tunai. Kegiatan ini bertujuan agar siswa menyadari pola belanja mereka sendiri dan memahami dampak jangka panjang dari kebiasaan cashless yang tidak terkontrol.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan selama kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan untuk lebih disiplin dalam mengelola uang saku, serta mulai memahami bahwa teknologi pembayaran harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan pemicu perilaku konsumtif.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan PKM ini karena dinilai sejalan dengan upaya pembentukan karakter siswa yang mandiri dan bertanggung jawab. Edukasi keuangan seperti ini dianggap penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Kegiatan PKM Universitas Pamulang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik tentang cashless dan kontrol diri keuangan, siswa diharapkan mampu mengelola keuangan pribadi secara lebih bijak di era digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Manajemen dari Universitas Pamulang tidak hanya mengaplikasikan ilmu manajemen yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekolah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas finansial di era QRIS.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































