Gadget merupakan wujud nyata dari teknologi yang berisi aplikasi dan program yang seolah-olah menyenangkan-olah telah menjadi sahabat bagi anak, bahkan bisa menyihir anak-anak untuk duduk manis berja-jam dengan bermain gadget. Sebetulnya dengan adanya gadget anak-anak dapat mengembangkan dirinya dengan baik, namun jika salah dalam penggunaannya maka akan meringankan emosi pada anak.
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi emosi pada anak, sering kali kita menemukan orang tua yang memberikan ponsel untuk anaknya, hal ini menjadikan peran orang tua yang dulunya sebagai teman bermain bagi anak telah digantikan oleh ponsel. Padahal masa perkembangan anak adalah masa dimana tumbuh dan berkembang secara fisik maupun psikis pada anak.
Di masa ini anak-anak hanya asik bermain di depan ponsel, kemungkinan perkembangan dan pertumbuhan pada anak menjadi kurang optimal dan menyebabkan kecaduan gadget pada anak seperti tantrum jika di minta untuk berhenti bermain ponsel (sulit mengatur emosi), tidak merespon panggilan dari orang tua ataupun orang yang menyebabkan karna asik bermain ponsel (asik dengan dunianya sendiri).
Banyaknya game yang ada di dalam gadget juga menyebabkan orang dewasa atau orang tua saja kesal atau marah ketika kalah dalam game utama, apalagi anak-anak. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak sabar dan cepat marah serta sulit mengendalikan emosi, bahkan tidak dapat mengatur emosinya.
Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya Perkembangan emosi yang dialami anak diprediksi yaitu anak-anak cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah dan iri hati sering ditunjukkan oleh anak pada usia tersebut. Sedangkan pada aspek bahasa, sebagian besar anak-anak akan senang berbicara, bercerita, khususnya dalam kelompok.
Saat ini, banyak sekolah yang menggunakan gadget sebagai alat bantu pembelajaran. anak-anak dapat memanfaatkan gadget untuk meningkatkan kemampuan mereka. Namun penggunaan gadget yang berlebihan dapat membahayakan emosi anak, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget dapat menjadi kurang sabar, cepat marah, dan sulit mengendalikan emosi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menggunakan gadget, serta memastikan bahwa mereka menggunakan gadget dengan bijak dan tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan emosional mereka.
Fakta nya gadget lebih banyak digunakan siswa untuk aktivitas hiburan meskipun juga digunakan untuk tujuan lain seperti untuk berkomunikasi, belanja, dan juga untuk keperluan belajar. Namun demikian, ternyata pengawasan orang tua sangat lemah terkait penggunaan gadget oleh anak-anak. Hal ini ditunjukkan bahwa tidak lebih dari 20% orang tua yang selalu dan sering mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak mereka.
Interaksi anak-anak dengan gadget sebagaimana ditampilkan tabel hasil pra-survei di atas menunjukkan tingginya antara anak-anak dengan gadget yang dapat menimbulkan risiko kecanduan gadget.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget dapat menimbulkan gangguan psikologis, seperti masalah konsentrasi dan hiperaktif dan perilaku moral anak. Selain itu, kecanduan gadget juga mempengaruhi hormon dopamin yang berlebihan, yang pada gilirannya mempengaruhi proses pematangan di Prefrontal Cortex (PFC). (Azizah, 2021)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































