Sekarang siapa sih yang nggak pernah makan makanan instan? Seperti mie instan, sosis, nugget, minuman serbuk, makanan kaleng, bahkan sampai makanan siap saji di supermarket. Semua yang disebutkan termasuk makanan instan. Jenis makanan ini menjadi makanan favorit karena kepraktisannya. Selain praktis, makanan instan juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu harganya yang murah, mudah ditemukan di mana pun, memiliki berbagai rasa, dan seringkali memiliki informasi gizi yang jelas di bagian belakang kemasan. Cocok sekali untuk anak kos, orang yang sibuk bekerja, atau bahkan orang yang tidak punya waktu untuk memasak.
Namun, di balik keunggulan dari makanan instan ini, banyak sekali pertanyaan: “Kira-kira aman nggak sih mengonsumsi makanan instan dalam jangka waktu yang lama?”
Apa Itu Makanan Instan?
Makanan siap saji (makanan instan) adalah istilah untuk makanan yang dapat disiapkan dan disajikan dengan cepat. Sementara makanan apa pun yang dapat disiapkan dengan segera dapat disebut makanan siap saji, biasanya istilah ini merujuk pada makanan yang dijual di restoran atau toko dengan persiapan yang berkualitas rendah dan dilayankan kepada pelanggan dalam sebuah bentuk paket untuk dibawa pergi. Makanan cepat saji (fast food) adalah makanan yang tersedia dalam waktu cepat dan siap disantap seperti ayam goreng tepung, pizza, burger, kentang goreng, pasta, nugget, sosis, goreng-gorengan, dan lain sebagainya.
Makanan instan merupakan makanan yang sudah diproses terlebih dahulu menggunakan teknologi pangan. Teknologi yang digunakan bertujuan agar makanan bisa mempunyai masa simpan yang lama, rasanya terjaga, dan tetap layak dikonsumsi.
Mengapa Makanan Instan Bisa Tahan Lama?
Banyak orang yang salah paham mengenai makanan instan. Mereka mengira bahwa makanan instan bisa tahan lama karena menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Padahal, penyebab dari tahan lamanya makanan instan berasal dari proses pengolahannya yang benar. Beberapa proses yang dapat membuat makanan instan jadi tahan lama adalah:
Makanan dikemas dengan rapat dan bersih sehingga bakteri tidak dapat masuk dan makanan jadi lebih awet.
Makanan diproses menggunakan suhu tertentu untuk membunuh kuman dan bakteri.
Beberapa produk menggunakan pengawet yang sudah diizinkan dan dibolehkan oleh BPOM.
Selama produk makanan instan memiliki izin resmi, terdaftar, dan memiliki kandungan gizi yang jelas, makanan instan tersebut dapat tergolong aman.
Aman atau Tidak untuk Kesehatan?
Sebenarnya, makanan instan sangat aman untuk dikonsumsi jika sesuai aturan dan tidak berlebihan. Namun, sebagian besar makanan instan memiliki kandungan garam tinggi, mengandung lemak tertentu, dan biasanya rendah serat serta vitamin.
Jika makanan instan dikonsumsi secara berlebihan, apalagi tidak diimbangi dengan makanan sehat lainnya seperti sayur atau vitamin, dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas, hipertensi, bahkan gangguan pencernaan.
Bagaimana Cara Mengonsumsi Makanan Instan dengan Bijak?
Makanan instan boleh dikonsumsi, asal tidak berlebihan. Beberapa cara yang dapat dilakukan agar makanan instan tidak berbahaya bagi tubuh kita adalah:
Jangan mengonsumsi makanan instan terlalu sering setiap hari.
Imbangi makanan instan dengan sayuran, telur, tahu, atau tempe agar lebih bergizi.
Sebelum membeli atau mengonsumsi makanan instan, biasakan untuk melihat label gizi dan izin BPOM.
Kurangi penggunaan bumbu yang berlebih supaya kandungan garamnya tidak terlalu tinggi.
Dengan cara-cara di atas, makanan instan bisa tetap dinikmati tanpa perlu khawatir akan bahayanya.
Kesimpulan
Makanan instan memang sangat membantu, khususnya bagi masyarakat yang sibuk atau memiliki keterbatasan waktu. Dengan teknologi pangan, menjadikan makanan jadi lebih praktis dan tetap aman untuk dikonsumsi. Namun, perlu diingat bahwa makanan instan bukan untuk dikonsumsi setiap hari, melainkan sebagai pilihan ketika tidak sempat memasak ataupun ketika sibuk. Jika dikonsumsi secara bijak, makanan instan bisa tetap menjadi solusi, bukan menjadi masalah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































