Di era digital seperti sekarang, siswa SD tidak hanya belajar dari buku saja. Mereka sudah sangat akrab dengan teknologi seperti tablet, video animasi, dan aplikasi edukasi. Karena itu, penggunaan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu cara efektif untuk membuat proses belajar lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Media Interaktif dan Manfaatnya:
Media pembelajaran interaktif adalah segala bentuk alat bantu belajar yang memungkinkan siswa berinteraksi secara langsung—misalnya video animasi, permainan edukasi, aplikasi pembelajaran, atau presentasi interaktif.
Penggunaan media ini membantu siswa belajar lebih cepat karena mereka bisa melihat, mendengar, sekaligus melakukan aktivitas secara langsung. Selain itu, media interaktif juga meningkatkan fokus, membangun motivasi belajar, serta memudahkan guru menjelaskan materi yang abstrak.
Penerapannya dalam Kegiatan Pembelajaran:
Guru dapat memanfaatkan media interaktif pada berbagai tahap pembelajaran. Di awal pembelajaran, guru bisa menggunakan video pendek atau kuis interaktif untuk menarik perhatian siswa. Saat penyampaian materi, aplikasi edukasi atau simulasi sains dapat membantu menjelaskan konsep sulit. Pada akhir pembelajaran, guru bisa menilai pemahaman siswa melalui permainan kuis, puzzle digital, atau latihan berbasis aplikasi.
Peran Guru dalam Memaksimalkan Media Interaktif:
Agar media interaktif benar-benar efektif, guru perlu memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan materi dan kemampuan siswa. Guru juga perlu membimbing siswa dalam menggunakan teknologi agar tidak hanya fokus bermain, tetapi tetap belajar. Selain itu, guru harus memastikan media yang digunakan aman, sesuai usia, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Kesimpulan:
Penerapan media pembelajaran interaktif di Sekolah Dasar terbukti mampu meningkatkan kualitas proses belajar. Media yang bersifat visual, audio, dan responsif membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain memotivasi siswa untuk lebih aktif, media interaktif juga memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Guru memegang peran penting dalam memilih, mengelola, dan memanfaatkan media secara tepat agar pembelajaran tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan perangkat dan kemampuan teknologi, hambatan tersebut dapat diatasi melalui kreativitas dan dukungan sekolah.
Secara keseluruhan, media pembelajaran interaktif bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi sarana efektif dalam menciptakan pembelajaran SD yang lebih modern, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Daftar Pustaka:
Arsyad, A. (2019). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Daryanto. (2013). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J., & Smaldino, S. (2012). Instructional Technology and Media for Learning. Boston: Pearson.
Munir. (2017). Pembelajaran Digital. Bandung: Alfabeta.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2014).
Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2016). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Russell, J. D. (2011). Instructional Technology and Media for Learning. New Jersey: Pearson Education.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































