Kediri (22/12). Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno memberi penekanan peran strategis ibu dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia di Kota Kediri. Ia menilai bahwa ibu adalah pilar utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial.
“Kota Kediri dikenal sebagai kota paling bahagia dan harmoni. Peran ibu di dalam rumah tangga adalah kunci untuk menjaga keharmonisan tersebut tetap terjaga, sekaligus menjadi benteng pertama bagi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan,” kata Asyhari, pada Senin (22/12).
Dalam momentum ini, ia menyoroti beberapa poin penting bagi para ibu dalam pembinaan generasi penerus di wilayah Kediri, diantaranya implementasi karakter luhur, yaitu pertama, ibu berperan menanamkan karakter rukun, kompak, dan kerja sama yang baik sejak dini agar anak-anak di Kota Kediri tumbuh menjadi warga yang toleran.
“Kedua, dukungan terhadap kota layak anak, yakni ibu didorong untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mempertahankan predikat Kota Layak Anak,” jelasnya.
“Ketiga, pemberdayaan ekonomi kreatif, yakni melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga, kami terus membekali para ibu dengan keterampilan UMKM agar mampu menopang ekonomi keluarga secara mandiri,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa bekerja sama dengan Penggerak Pembina Generus (PPG) juga rutin mengadakan kajian parenting dan kesehatan. Tujuannya adalah agar para ibu memiliki wawasan luas mengenai pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting, yang juga menjadi fokus pemerintah daerah.
“Kami ingin para ibu di lingkungan LDII Kota Kediri menjadi ibu yang cerdas secara agama dan juga cerdas dalam ilmu duniawi, sehingga bisa membimbing anak-anaknya menjadi generasi profesional religius yang berkontribusi bagi Kota Kediri,” harapnya.
“Kami berharap setiap saat, tidak hanya hari ibu saja, bisa menjadi momentum bagi seluruh warga LDII di Kota Kediri untuk meningkatkan rasa hormat dan kasih sayang kepada sosok ibu, sebagai bentuk pengamalan dalil Birrul Walidain,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































