Dalam beberapa waktu terakhir, bencana alam kembali menjadi sorotan publik. Banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga gempa bumi silih berganti terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memakan korban jiwa dan mengganggu kehidupan masyarakat. Sayangnya, setelah ramai diberitakan dan viral di media sosial, kepedulian sering kali meredup begitu saja.
Sebagai negara yang berada di kawasan rawan bencana, Indonesia seharusnya memiliki kesadaran kolektif yang kuat terhadap isu kebencanaan. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak bencana tidak murni disebabkan oleh faktor alam, melainkan juga akibat ulah manusia. Penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah sembarangan, serta pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan menjadi penyumbang utama meningkatnya risiko bencana.
Dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara yang baik bukan hanya taat pada hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari sikap cinta tanah air. Ketika masyarakat masih abai terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian alam, maka bencana alam akan terus berulang dan dampaknya semakin besar.
Peran negara memang sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, mulai dari regulasi, pengawasan, hingga penanganan pascabencana. Namun, tanggung jawab tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat sebagai warga negara juga memiliki peran strategis, seperti menjaga lingkungan sekitar, mematuhi aturan tata ruang, serta aktif dalam kegiatan mitigasi bencana.
Media sosial yang sering menjadikan bencana alam sebagai konten viral seharusnya dimanfaatkan secara lebih bijak. Kepedulian tidak cukup ditunjukkan melalui unggahan atau komentar simpati semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, ikut kerja bakti lingkungan, hingga mendukung kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam.
Bencana alam yang terus terjadi seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. Sudahkah kita benar-benar menjadi warga negara yang peduli, atau hanya peduli saat bencana menjadi viral? Jika kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara tidak segera dibangun, maka bencana akan terus berulang dan generasi mendatang lah yang akan menanggung akibatnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































