Depok – Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok membuka program pendidikan dari jenjang SDI, SMPI dan SMAI dengan sistem perpaduan kurikulum KMI Pondok Modern Darussalam Gontor & Program Tahfidz yang mana para santri selama menjalani pendidikan akan di bimbing khusus dengan para asatidz dan ustadzah yang menguasai di bidangnya.
Dengan harapan, lulusan dari Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago dapat memiliki kemampuan kepemimpinan, pola pikir yang kritis, cakap teknologi informasi dan memiliki hafalan minimal 10 Juz sehingga apabila para santri ingin melanjutkan Study nya di Universitas Al Azhar Cairo, Universitas Islam Madinah atau yang lainnya mereka sudah mempunyai bekal yang cukup.
Alhamdulillah, Program Wisuda Tahfidz Juz 30 Santri dan Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2025 menjadi perdana dan merupakan bentuk atensi dari lembaga dalam menyiapkan generasi Qur’ani di masa depan.
Salah satu aspek utama dari wisuda ini, kata Ustadz Ahmad Salim, S.H.I, Kepala Sekolah , sebagai cita-cita yang diproyeksikan ke depan menjadi generasi Qur’ani. Alhamdulillah anak-anak kita luar biasa. Kita bersyukur kepada Allah, karena salah satu cita-cita lembaga ini, yaitu mewisuda Program Tahfidz, dengan semangat anak – anak serta support dan dukungan orang, para ustadz pembimbing dan pimpinan program ini bisa terlaksana, katanya, Sabtu (20/12) di Aula Serba Guna Komplek Palem Ganda Asri.
“Akhirnya mimpi yang lama ini, hari ini dikabulkan oleh Allah, diberikan jalan kemudahan, kami mengucapkan terima kasih atas semua dedikasi dan support yang diberikan,” sambungnya.
Pada saat yang sama, Dr Awaluddin Faj, M.Pd selaku Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menyampaikan tahniah atas diwisudanya para siswa. “Telah berupaya selama setengah semester ini yang kurang lebih 5-6 bulan untuk menghafalkan minimal Juz 30 ada yang juga sudah sampai Juz 29, Upaya itu telah dilakukan secara bertahap, pelan tapi pasti. bebernya.
Menyadari fundamentalnya Al-Qur’an, upaya memahami, menghafal, serta mengamalkannya dalam kehidupan, berimplikasi pada memahami agama, Itu adalah sesuatu yang memang harus setiap orang Muslim itu punya kewajiban memahami agamanya masing-masing,” tekannya, seraya mengetengahkan, posisi Al-Qur’an sebagai kompas dalam kehidupan umat Islam.
“Al-Qur’an itu menjadi penuntun yang tidak ada keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi orang yang bertakwa,” imbuhnya.
Di situlah menjadi sangat penting bagi generasi Qur’ani hari, Teruslah diamalkan, dihafalkan, tidak berhenti sampai di sini,” pesannya.
Pun begitu halnya, perlu disokong dengan bekal iman yang kuat sebagai bantalan amat vital. “Menjadi orang-orang yang sukses di dunia dan akhirat,
hadir mengajak untuk meningkatkan semangat dalam menghafal Al-Qur’an. “Tidak sulit, selagi ada kemauan,” sebutnya menggarisbawahi. Juga, peningkatan hafalan ini, menjadi harapannya. “Bisa meningkat lagi hafalannya,” lanjutnya.
Perlu adanya dukungan dari orang tua, selain daripada dukungan dari pihak madrasah, Saya mohon bapak ibu terus mendampingi putra-putri nipun,” ujarnya,
mengakhiri pesannya agar madrasah ini terus melahirkan generasi-generasi Qur’ani. “Ini sangat penting dan saya sangat berharap bisa terwujud,” tandasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































