Langkat (Humas) – Selasa, (23/12/2025). Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an kini tidak lagi hanya bersumber dari ruang kelas di madrasah. Selama masa libur pasca pembagian rapor semester ganjil 2025/2026, suasana rumah siswa berubah menjadi taman surga. Para siswa MIN 9 Langkat membuktikan bahwa liburan bukanlah alasan untuk berhenti berinteraksi dengan kitab suci. Mereka memilih jalan sunyi untuk tetap menjaga amanah hafalan yang telah dipelajari selama satu semester. Fenomena ini menciptakan sudut pandang baru tentang arti libur yang sesungguhnya bagi seorang pelajar madrasah.
Salah satu teladan nyata ditunjukkan oleh Hanip Nazava, siswa berprestasi dari Kelas VI-A. Di saat anak-anak lain mungkin sibuk dengan gawai, Hanip memilih duduk tenang di sudut rumahnya. Ia memanfaatkan waktu kosong di hari libur dengan penuh kesadaran untuk terus mengaji. Fokus utamanya adalah melakukan murajaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an, khususnya pada Juz 30. Langkah kecil ini menjadi bukti kuatnya karakter yang telah terbentuk dalam diri Hanip selama bersekolah.
Bagi Hanip, menjaga hafalan adalah sebuah bentuk rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan semester ganjil. Ia tidak merasa terbebani meskipun teman-temannya yang lain sedang asyik bermain di luar sana. Ketekunan ini ia tunjukkan sebagai persiapan diri sebelum nantinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setiap ayat yang diulang menjadi penguat ingatan sekaligus penenang hati di tengah waktu senggang. Baginya, liburan adalah momen paling tepat untuk memperbaiki kualitas bacaan tanpa terburu-buru oleh jadwal pelajaran.
Kepala MIN 9 Langkat, Sopian, S.Pd.I., M.Sos., memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap semangat para siswanya. Beliau menyatakan bahwa perilaku Hanip dan rekan-rekan lainnya adalah cermin keberhasilan pendidikan di madrasah. Beliau terus mendukung program murajaah mandiri ini agar menjadi budaya yang tetap melekat di hati siswa. Menurutnya, siswa yang menjaga hafalan di rumah menunjukkan tingkat kedewasaan berpikir yang sangat tinggi. Dukungan penuh pun terus diberikan melalui berbagai arahan positif bagi seluruh wali murid di lingkungan madrasah.
Sopian juga menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mendampingi anak-anak selama masa libur. Beliau berpesan agar suasana rumah selalu dikondisikan mendukung kegiatan ibadah dan belajar secara fleksibel. Madrasah bukan hanya gedung tempat belajar, melainkan semangat yang harus dibawa ke mana pun siswa berada. Beliau merasa bangga melihat siswa-siswi MIN 9 Langkat tetap istiqomah menjalankan nilai-nilai keagamaan. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual.
Tak ketinggalan, dorongan kuat juga datang dari Wali Kelas VI-A, Heni Indri Yastuti, S. Pd., yang selalu memantau perkembangan anak didiknya. Ia secara rutin memberikan penguatan moral agar siswa tetap bersemangat belajar meski dalam masa libur panjang. Heni meyakini bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menghafal Al-Qur’an agar tidak mudah terlupakan. Pesan-pesan motivasi sering ia sampaikan untuk membakar semangat juang para siswa di rumah masing-masing. Baginya, Hanip Nazava adalah salah satu contoh nyata keberhasilan pola asuh dan bimbingan yang harmonis.
Heni Indri Yastuti berharap semangat yang ditunjukkan Hanip dapat menular kepada seluruh siswa lainnya di MIN 9 Langkat. Beliau menyadari bahwa godaan saat libur sekolah sangatlah besar, terutama dari pengaruh teknologi dan lingkungan. Namun, dengan penguatan yang tepat, siswa akan memahami bahwa belajar adalah proses tanpa henti. Pendidikan bukan sekadar mengejar angka di dalam buku rapor yang baru saja diterima. Beliau terus mengajak siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setia dalam kondisi apa pun.
Perspektif ini mengubah narasi umum yang menganggap libur sekolah sebagai waktu untuk berhenti berpikir serius. Hanip Nazava telah mendefinisikan ulang liburan sebagai waktu emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui kalam-Nya. Tanpa paksaan dari pihak mana pun, murajaah Juz 30 berjalan mengalir sebagai rutinitas yang menyejukkan. Keikhlasan Hanip dalam belajar mandiri menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya yang melihat perjuangannya. Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi antara guru, siswa, dan dukungan penuh orang tua di rumah.
Kini, MIN 9 Langkat semakin optimistis dalam menyambut semester genap yang akan segera datang. Siswa yang aktif melakukan murajaah di rumah diyakini akan lebih siap secara mental dan kognitif. Tradisi positif ini diharapkan terus terjaga dan menjadi identitas khas bagi keluarga besar madrasah tersebut. Libur semester ganjil 2025/2026 pun tercatat sebagai momentum peningkatan kualitas spiritual yang membanggakan. Masa depan cerah menanti bagi mereka yang tidak pernah lelah menjaga cahaya Al-Qur’an di dalam dada. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































