Etika dalam belajar bagi anak usia dini sangat penting dalam proses pendidikan karena menjadi dasar pembentukan karakter dan kepribadian anak. Di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengajaran etika belajar tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan berpikir, tetapi juga pada membentuk sikap sopan, hormat kepada guru, disiplin, serta kemampuan berinteraksi positif dengan lingkungan sekitar. Usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat penting, sehingga nilai-nilai etika lebih mudah ditanamkan melalui contoh yang diberikan oleh guru, pembiasaan dalam kegiatan belajar, serta pendekatan yang penuh kasih sayang.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di PAUD ELPIST, sebuah lembaga pendidikan untuk anak-anak usia dini yang dipimpin oleh Miss Yesi, tampak adanya upaya yang terus menerus dalam membentuk nilai-nilai etika dalam belajar baik pada anak maupun guru. Pengamatan ini dilakukan oleh penulis sebagai bagian dari kegiatan observasi pendidikan (Who) di lingkungan PAUD ELPIST (Where), tepatnya pada saat jam pelajaran berlangsung di kelas dan area bermain sekolah (When). Fokus dari pengamatan ini adalah perilaku anak dan guru selama proses belajar mengajar (What), khususnya terkait sikap santun, rasa hormat, dan cara mengajar yang baik. Kegiatan ini dilakukan agar dapat memahami bagaimana nilai-nilai etika dalam belajar dibentuk sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk kepribadian anak (Why). Metode pengamatan dilakukan secara langsung dengan mengamati interaksi antara guru dan siswa, serta kebiasaan yang terbentuk dalam aktivitas belajar sehari-hari (How).
Menurut Miss Yesi, etika dalam menuntut ilmu harus diajarkan sejak kecil karena masa kanak-kanak adalah masa yang sangat penting untuk membentuk karakter. Dari observasi yang dilakukan, terlihat bahwa para guru di PAUD ELPIST selalu memulai proses belajar dengan mengucapkan salam, berdoa, dan bersikap ramah kepada anak. Anak-anak juga dibiasakan untuk mendengarkan guru ketika berbicara, menaikkan tangan jika ingin bertanya, serta bersikap sopan kepada teman dan pendidik. Para guru juga menunjukkan contoh yang baik dalam mengajar, seperti bersabar, tidak menghardik, serta memperlihatkan perilaku yang baik. Cara ini sesuai dengan ajaran Islam, seperti firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menyebutkan bahwa Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, yang menunjukkan bahwa belajar tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga harus dilengkapi dengan adab dan akhlak yang baik.

Gambar : camera galuh
Sebagai penutup, penerapan etika dalam belajar di PAUD ELPIST mengirimkan pesan penting bagi pembaca, terutama para pendidik dan orang tua. Pendidikan yang baik tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan perilaku anak. Etika yang diajarkan sejak dini akan membentuk generasi yang berilmu, beradab, dan menghormati guru. Untuk itu, kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua sangat penting agar nilai-nilai etika dalam belajar dapat terinternalisasi dengan kuat dan bertahan lama dalam diri anak.
Sumber
Al-Qur’an Al-Karim, Surah Al-Mujadilah ayat 11.
Hadis Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban menuntut ilmu (HR. Ibnu Majah).
Hasil observasi langsung di PAUD ELPIST.
Wawancara dan keterangan Kepala Sekolah PAUD ELPIST, Miss Yesi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































