Pernahkah kita merasa cepat bosan menjalani kebiasaan positif seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar? Di awal terasa penuh semangat, tetapi setelah beberapa saat hasilnya belum juga terlihat. Akhirnya, kita kembali ke rutinitas lama yang terasa lebih nyaman, seperti berselancar di media sosial. Tanpa disadari, Hal tersebut membuat kita berhenti berkembang secara perlahan.
James Clear dalam bukunya Atomic Habits menggambarkan kebiasaan sebagai pedang bermata dua. Kebiasaan buruk dapat menggerus masa depan kita sedikit demi sedikit, sementara kebiasaan baik mampu membentuk diri menjadi versi yang lebih baik. Perbedaannya bukan terletak pada besarnya perubahan, melainkan pada konsistensi menjalaninya.
Perubahan Kecil yang Sering Diremehkan

Konsistensi dalam rutinitas harian menjadi fondasi dari perubahan jangka panjang. (Sumber: Freepik)
Banyak orang berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena hasilnya tidak langsung terlihat. Tiga hari berolahraga belum membuat tubuh berubah signifikan. Belajar bahasa selama berjam-jam pun belum tentu langsung membuat kita fasih. Di titik inilah banyak orang menyerah dan kembali pada kebiasaan lama yang terasa menyenangkan.
James Clear menjelaskan bahwa kebiasaan bekerja layaknya bunga majemuk. Dampaknya kecil di awal, bahkan nyaris tidak terlihat. Namun, jika dilakukan secara konsisten, hasilnya dapat menjadi sangat besar di kemudian hari. Ia menyebut fase ini sebagai Plateau of Latent Potential, ketika seseorang merasa tidak berkembang, padahal sebenarnya sedang bertumbuh.
Jika perubahan yang kita lakukan hari ini belum menampakkan hasil, bukan berarti usaha itu sia-sia. Setiap tindakan kecil adalah investasi jangka panjang.
Berfokus pada Sistem, Bukan Sekadar Hasil

Ilustrasi suasana belajar. (Sumber: Freepik)
Menjelang ujian, banyak dari kita tiba-tiba sibuk mengejar nilai tinggi. Grup kelas ramai, meja belajar penuh catatan, tetapi sering kali kita hanya berfokus pada nilai. Begadang semalaman demi target nilai tertentu menjadi hal yang lumrah, meskipun sebelumnya kita jarang belajar secara konsisten.
Hasilnya mungkin cukup baik, tetapi sering menyisakan rasa kosong dalam diri. Hal ini terjadi karena yang dikejar bukan pemahaman, melainkan hasil instan. Proses belajar yang seharusnya bertahap justru terlewatkan.
James Clear menuliskan kalimat yang cukup terkenal, “You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.” Artinya, mimpi besar tidak akan berarti tanpa sistem kecil yang dijalani setiap hari.
Bayangkan jika kita memiliki kebiasaan belajar selama 20 menit setiap hari. Tidak muluk-muluk, tetapi konsisten. Saat ujian tiba, kita tidak perlu panik karena telah menabung proses sejak jauh hari.
Lakukan Perubahan yang Dimulai dari Identitas

Ilustrasi kebiasaan harian dan proses menata diri. (Sumber: Freepik)
Target besar sering terdengar meyakinkan, seperti membaca 12 buku dalam setahun, rutin berolahraga, atau menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Namun, beberapa minggu kemudian target itu kerap menghilang. Alasan klasik pun muncul: sibuk, lelah, atau menunda hingga waktu yang tidak jelas.
James Clear menjelaskan bahwa kegagalan ini terjadi karena kita memulai dari tempat yang keliru. Ia membagi perubahan ke dalam tiga lapisan, yaitu hasil, proses, dan identitas. Sayangnya, kebanyakan orang memulai dari hasil, bukan dari siapa diri mereka ingin menjadi.
Ketika kita berkata, “Aku ingin membaca 12 buku,” tetapi masih meyakini bahwa diri kita mudah bosan membaca, kebiasaan itu sulit bertahan. Identitas lama akan selalu menarik kita kembali pada pola yang sama.
Sebaliknya, ubah sudut pandangnya. Bukan lagi “Aku ingin membaca 12 buku,” melainkan “Aku adalah seorang pembaca.” Bukan “Aku ingin berolahraga,” tetapi “Aku adalah orang yang menjaga kesehatannya.” Dari sanalah kebiasaan tumbuh lebih alami.
Perubahan sering berlangsung pelan dan sunyi, tetapi tetap berjalan. (Foto oleh Polina Kuzovkova / Unsplash)

(Foto oleh Polina Kuzovkova / Unsplash)
Perubahan jarang datang sebagai lompatan besar. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dijalani secara konsisten, meski hasilnya belum langsung terasa. Ketika kita merasa tidak berkembang, bisa jadi kita sedang bertumbuh secara perlahan, menunggu waktu untuk menunjukkan hasilnya.
Kita tidak sedang tertinggal, melainkan sedang bertumbuh dengan cara yang belum bisa kita lihat.
Clear, J. (2018). Atomic Habits.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































