Jakarta, 2025 -Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan. Beras sebagai komoditas strategis bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan. Konsep green supply chain (GSC) kini menjadi sorotan, karena mampu menjawab dua krisis sekaligus: pangan dan iklim.
Apa Itu Green Supply Chain?
Green supply chain adalah sistem rantai pasok yang mengintegrasikan efisiensi produksi, distribusi, dan konsumsi dengan prinsip ramah lingkungan. Dalam konteks padi, GSC berarti:
– Produksi berkelanjutan: penggunaan pupuk organik, varietas tahan iklim, dan teknologi hemat air.
– Logistik hijau: transportasi rendah emisi, digitalisasi distribusi, serta pengurangan kehilangan pascapanen.
– Kolaborasi multi-aktor: sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta.
Temuan Ilmiah Terkini
– Studi di Tekmapro Journal of Industrial Engineering and Management (Q2, 2025) menegaskan bahwa efisiensi rantai pasok padi sangat dipengaruhi kualitas bahan baku, infrastruktur logistik, dan koordinasi antar-aktor.
– Kajian di Journal of Community Development in Asia (Q2, 2025) menunjukkan defisit pasokan beras domestik masih terjadi, sehingga strategi GSC harus menekan impor dengan meningkatkan produktivitas berkelanjutan.
– Riset internasional di Journal of Modelling in Management (Emerald, Q2, 2025) menyoroti risiko keberlanjutan dalam rantai pasok padi dan perlunya sistem monitoring untuk mengurangi ketidakpastian.
Dampak Sosial-Ekonomi
– Petani: memperoleh nilai tambah dari praktik ramah lingkungan dan akses pasar premium.
– Konsumen: menikmati beras lebih sehat dengan harga stabil.
– Lingkungan: berkurangnya emisi karbon dan limbah pertanian.
– Negara: ketahanan pangan lebih kuat, mengurangi ketergantungan impor.
Tantangan Implementasi
Meski menjanjikan, penerapan GSC tidak mudah. Biaya awal teknologi hijau masih tinggi, sebagian petani kecil enggan meninggalkan praktik tradisional, dan infrastruktur logistik pedesaan belum memadai. Kebijakan pemerintah harus konsisten agar transformasi ini tidak berhenti di wacana.
Green supply chain padi bukan sekadar jargon akademik. Ia adalah strategi nyata untuk menjadikan beras Indonesia bukan hanya komoditas strategis, tetapi juga simbol keberlanjutan. Tahun 2025 menjadi momentum: apakah Indonesia siap menjawab tantangan pangan sekaligus menjaga bumi?
Ditulis oleh Rizki Awaludin Amani Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Jenderal Soedirman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































