Pendidikan Islam berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius dan akhlak anak sejak usia dini. Aswaja menanamkan nilai tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal yang relevan dengan tahap perkembangan anak dengan melalui pembiasaan sederhana seperti doa harian, adab sopan santun, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, penghormatan kepada guru dan orang tua.
Seperti di TK Elpist Temanggung Jawa Tengah yang mengedepankan pendidikan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) untuk menciptakan generasi yang berwawasan luas, berakhlak baik, dan mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan sosial demi kemaslahatan umat. Pendidikan Aswaja An-Nahdliyah menjadi fondasi yang sangat penting karena pada masa emas anak, nilai-nilai Aswaja dapat ditanamkan secara kuat dan berkelanjutan sejak dini. Sebagai pendidik dan orang tua tentu kita memiliki peran yang sangat penting untuk menjadi contoh bagi anak usia dini terlebih pada masa modern saat ini.
TK Elpist Temanggung secara nyata mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan karakter Aswaja ke dalam kegiatan belajar harian. Seperti program penanaman karakter Asma’ul Husna, yaitu mengenalkan dan membiasakan nama-nama Allah yang baik kepada anak untuk menumbuhkan sikap religius dan akhlak mulia sesuai prinsip aswaja. Metode yang digunakan beragam, termasuk cerita, lagu, dan pembiasaan sederhana yang sesuai dengan usia anak. Dengan memadukan Kurikulum Merdeka dengan muatan lokal Aswaja An-Nahdliyah, ini berarti kegiatan keagamaan dan nilai karakter moderat seperti toleransi, keseimbangan (tawazun), dan kasih sayang ditanamkan melalui pembiasaan harian di kelas dan lingkungan sekolah.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu guru kelas di TK Elpist temanggung, Miss Fitri “Kami tidak mengajarkan secara teori, tetapi melalui pembiasaan sehari-hari supaya anak terbiasa berakhlak baik dan mencintai tradisi Islam sejak kecil” ini berarti pendidikan keislaman khususnya nilai Aswaja An-Nahdliyah tidak diberikan kepada anak di TK Elpist dalam bentuk penjelasan konsep, definisi, atau hafalan teori yang berat, melainkan ditanamkan melalui praktik langsung dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Pembentukan karakter yang ditanamkan sejak usia dini melalui sikap saling menghormati dan tidak ekstrem menjadikan ciri utama Aswaja An-Nahdliyah. Seperti dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 143
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu umat yang wasath (moderat) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang dahulu kamu hadapi melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, pemindahan kiblat itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
Sehingga dapat diharapkan dengan mendukung dan menguatkan pendidikan Aswaja sejak usia dini, dapat berperan aktif menjaga tradisi Islam yang ramah, menghargai budaya lokal, serta mencegah berkembangnya paham keagamaan yang ekstrem. Melalui sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial, pendidikan Aswaja An-Nahdliyah diharapkan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cinta agama, cinta tanah air, serta mampu hidup rukun dan damai di tengah keberagaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































