Garut, 27 Desember 2025 – Di saat sebagian besar aktivitas sekolah terhenti karena libur panjang, semangat pengabdian justru terus menyala di lingkungan MIS Ar-Raudhotun Nur. Para guru madrasah ini tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun harus mengorbankan waktu libur mereka demi memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan asupan makanan bergizi.
Keberlanjutan program MBG di masa libur sekolah menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap peserta didik tidak mengenal waktu. Walaupun kegiatan belajar mengajar sedang jeda, distribusi Makanan Bergizi Gratis tetap bergulir. Hal ini dilakukan mengingat tujuan mulia bangsa Indonesia untuk menciptakan generasi emas yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Para guru MIS Ar-Raudhotun Nur secara bergantian hadir dan terlibat langsung dalam proses pendistribusian MBG. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik, mulai dari penerimaan makanan, pengecekan kebersihan, hingga pembagian kepada siswa agar tepat sasaran. Semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, meski harus mengorbankan waktu bersama keluarga di masa liburan.
Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, salah satu guru MIS Ar-Raudhotun Nur, mengungkapkan rasa salut dan bangganya terhadap keberlangsungan program MBG yang tetap berjalan meskipun di tengah libur panjang sekolah. Menurutnya, konsistensi ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mendukung tumbuh kembang siswa. “Saya sangat salut, program MBG ini tetap berjalan walaupun sedang libur panjang. Ini menunjukkan bahwa kepentingan kesehatan dan kebutuhan gizi siswa benar-benar menjadi prioritas utama,” ungkap Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.

Insan juga menjelaskan bahwa meskipun MBG tidak diberikan setiap hari selama masa libur, pendistribusiannya tetap diatur secara adil dan merata. Setiap siswa tetap mendapatkan haknya dengan porsi yang telah ditentukan. “Walaupun tidak setiap hari diberikan, setiap siswa tetap mendapatkan bagian MBG dengan akumulasi porsi untuk kebutuhan selama tujuh hari. Jadi tidak ada siswa yang terlewat, semuanya kebagian,” tambahnya.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari orang tua siswa. Mereka menilai langkah ini sangat membantu, terutama dalam menjaga asupan gizi anak-anak selama libur sekolah. Program MBG tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dan lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan dasar peserta didik. Semangat para guru MIS Ar-Raudhotun Nur dalam menyukseskan program MBG patut diapresiasi. Dedikasi mereka membuktikan bahwa peran guru tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan siswa. Pengorbanan waktu dan tenaga yang dilakukan menjadi teladan nilai keikhlasan dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.
Melalui keberlanjutan program MBG di tengah libur panjang ini, MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung visi besar bangsa untuk melahirkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk program, tetapi juga melalui keteladanan para guru yang rela mengorbankan waktu istirahat demi memastikan hak dasar peserta didik tetap terpenuhi.
Langkah ini menunjukkan bahwa pendidikan sejati tidak berhenti ketika kalender akademik berakhir. Justru di masa libur, perhatian terhadap kebutuhan siswa tetap dijaga, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, serta pembentukan karakter anak. Asupan makanan bergizi yang terjamin diyakini mampu membantu siswa tumbuh lebih sehat, memiliki daya konsentrasi yang baik, dan siap kembali belajar dengan semangat baru.
Meskipun terlihat sederhana, keberlanjutan program MBG ini membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak negeri. Di balik setiap paket makanan bergizi, tersimpan harapan akan lahirnya generasi yang kuat secara jasmani, matang secara emosional, dan kokoh dalam nilai-nilai akhlak. Upaya ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga di masa depan. Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian yang terus dijaga, MIS Ar-Raudhotun Nur membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program strategis bangsa. Sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan hati, namun mampu membawa perubahan besar bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































