Kegiatan PLP yang dilaksanakan oleh Mahasiswa UHAMKA di SMAN 12 Jakarta tahun ini menghadirkan suasana baru yang segar di lingkungan sekolah. Yang terdiri dari tiga prodi berbeda yaitu Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Geografi saling bersinergi untuk berperan aktif dalam kegiatan yang di selenggarakan sekolah. Para guru magang tidak hanya fokus pada kegiatan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif menjadi bagian dari berbagai aktivitas sekolah. Walaupun tidak diberi tanggung jawab struktural seperti mengoordinasi kelas, menjadi panitia, atau memimpin upacara, kehadiran mereka tetap memberikan warna positif dalam setiap agenda sekolah.

Guru PLP di SMAN 12 Jakarta juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam tugas harian Piket yang dilaksanakan setiap hari dengan jadwal seminggu satu kali setiap orangnya. Guru PLP Biologi diberikan kesempatan piket di hari Rabu bersama guru magang dari kampus UNJ, guru PLP Bahasa Inggris diberikan dihari Senin bersama guru magang dari kampus UKI, dan guru PLP Geografi diberikan kesempatan dihari kamis yang berkolaborasi dengan guru magang German dari UNJ. Saat melakukan tugas piket setiap pagi sebelum pembiasaan pagi salah satu dari kami akan menuliskan jadwal pembelajaran di ruang guru, dilanjutkan kami bersama bapak ibu guru melakukan pembiasaan pagi yaitu menyambut siswa yang datang dengan Sapa dan Salam. Lalu, kami juga berperan sebagai pengawas dan pendisiplinan siswa terlambat bersama kesiswaan dan di lanjutkan dengan menjaga meja piket hingga hari selesai. Di sela waktu menjaga lobi piket kami pun tak jarang mendapatkan tugas untuk mendampingi siswa perwakilan yang berkegiatan diluar sekolah. Seperti mendampingi kegiatan Tryout KJP yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan terdekat, lalu ada pendampingan EXPO FIKSI 2025 di SMESCO Convention hall.

Salah satu kiprah yang paling mencolok adalah partisipasi guru magang sebagai peserta dalam beragam lomba yang digelar sekolah. Mulai dari lomba Hari Guru, lomba kebahasaan, hingga kegiatan kreatif lainnya, guru magang menunjukkan antusiasme tinggi untuk ikut memeriahkan acara. Mereka tampil penuh semangat, menciptakan suasana kompetisi yang hangat dan menyenangkan, sekaligus menunjukkan bahwa peran pendidik juga bisa menginspirasi melalui teladan dalam berkegiatan.

Tidak hanya sekadar ikut serta, para guru magang juga menjadi penyemangat bagi siswa. Kehadiran mereka di tengah perlombaan sering menjadi motivasi tambahan bagi peserta didik yang melihat guru magang sebagai sosok muda yang aktif, dekat dengan dunia mereka, dan siap mendukung setiap kegiatan sekolah.

Dalam perayaan-perayaan seperti Hari Guru dan Hari Bahasa, guru magang turut tampil di panggung, mengikuti performa, membaca puisi, atau mengambil peran kecil lainnya yang mendukung kelancaran acara. Mereka menunjukkan kreativitas, keberanian, dan antusiasme yang membuat suasana perayaan menjadi lebih hidup. Tanpa memegang peran sebagai panitia atau pengarah, dukungan mereka tetap terasa kuat karena hadir sebagai bagian dari komunitas sekolah yang hangat dan saling menguatkan.
Di luar kegiatan lomba dan perayaan, guru magang juga selalu hadir dalam berbagai agenda sekolah seperti kegiatan kebugaran, simulasi kebencanaan, aktivitas literasi, hingga program lingkungan. Kehadiran mereka yang konsisten menunjukkan komitmen sebagai calon pendidik yang tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami budaya sekolah secara langsung.
Gaya Pembelajaran Kreatif yang Dibawa ke Kelas

Meski peran luar kelas terbatas, kontribusi terbesar guru magang justru terasa di dalam ruang pembelajaran. Mereka membawa pendekatan pembelajaran mendalam yang kekinian, membuat kelas terasa lebih dekat dengan dunia siswa. Beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain: 1). Pembelajaran interaktif: memadukan diskusi ringan, contoh real-life, dan aktivitas singkat yang membuat siswa lebih aktif. 2). Gunakan media visual dan digital: video pendek, presentasi yang menarik, dan kuis digital menjadikan belajar lebih fun dan relevan. 3). Ajak siswa berpikir kritis: memberi pertanyaan menantang namun ringan, membuat siswa berani mengemukakan pendapat. 4). Kegiatan refleksi: membantu siswa memahami inti materi melalui rangkuman singkat atau “pesan utama hari ini”. Cara mengajar yang kreatif ini memberi efek positif terhadap motivasi belajar siswa. Mereka merasa lebih dekat dengan guru magang dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Dengan semua kegiatan yang diikuti, guru magang tahun ini telah menjadi bagian penting dari dinamika sekolah. Meski tidak menduduki posisi kesiswaan atau kepanitian, kehadiran mereka tetap memberi pengaruh besar: membawa semangat, kreativitas, dan energi positif ke setiap sudut sekolah. Program magang pun menjadi pengalaman bermakna bagi para mahasiswa maupun seluruh warga sekolah yang merasakan dampaknya secara langsung.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































