Bengkulu — Upaya pembinaan kemandirian warga binaan terus digelorakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu. Selasa (30/12), Tim Giatja Lapas Bengkulu yang dipimpin oleh Kasubsi Sarana Kerja Jimmy Andreas dan Kasubsi Bimbingan Kerja Fopi Arizon melaksanakan kegiatan panen kangkung darat bersama jajaran staf Giatja, Peserta Magang Hub Kemnaker, serta warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Sarana Edukasi dan Asimilasi yang berada di area luar lapas.
Kangkung darat yang dipanen merupakan hasil budidaya mandiri warga binaan sebagai bagian dari pembinaan produktif berbasis kemandirian pangan. Hasil panen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur serta rencana pemasaran produk untuk mendukung pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Langkah ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Tahun 2026, di mana kegiatan panen kangkung darat ini menjadi bukti nyata implementasi pembinaan produktif. Upaya ini mendukung Program Aksi Nomor 8 melalui penguatan kemandirian pangan berbasis pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur (idle) di area luar lapas. Selanjutnya, kegiatan ini juga berhubungan dengan Program Aksi Nomor 9 yang mendorong pengembangan dapur sehat dan pemberdayaan masyarakat serta warga binaan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan. Selain itu, panen ini membuka peluang bagi Program Aksi Nomor 10, yaitu pemasaran hasil budidaya serta produk olahan karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM, sehingga memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pembinaan menuju arah modern, produktif, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan warga binaan, program panen ini juga diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi dan kesiapan reintegrasi sosial setelah bebas.
“Ini bukan sekadar panen, tetapi latihan kemandirian. Kami ingin warga binaan tidak hanya berubah sikap, tetapi juga siap berkarya ketika kembali ke masyarakat,” ujar Jimmy Andreas di sela kegiatan.
Sementara itu, Fopi Arizon menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan dengan memperluas sektor pertanian dan pembinaan agro-edukatif. “Kami ingin menjadikan lahan ini sebagai pusat pembinaan produktif, ruang belajar, dan sarana tumbuhnya harapan baru,” ujarnya.
Dengan langkah nyata ini, Lapas Bengkulu mempertegas kontribusinya bagi terwujudnya arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk tahun 2026 — dari pemasyarakatan menuju pemberdayaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































