Garut, 04 Januari 2026 – Perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Garut dirasakan begitu kuat dan membekas oleh seluruh guru serta kepala madrasah MIS Ar-Raudhotun Nur. Kemeriahan acara tidak hanya tampak dari rangkaian kegiatan yang digelar, tetapi juga dari hangatnya suasana kebersamaan yang terbangun di antara para pendidik dan insan pendidikan madrasah.
Bagi keluarga besar MIS Ar-Raudhotun Nur, perayaan HAB ke-80 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan emosional yang mampu mempererat hubungan antarguru, kepala madrasah, serta lembaga pendidikan lainnya di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Garut. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Salah satu guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., mengungkapkan bahwa perayaan HAB tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Menurutnya, acara tersebut menjadi momentum penting untuk kembali menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus oleh jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing. “Acara HAB ini mampu mempertemukan kembali tali silaturahmi yang sempat terputus karena jarak dan waktu. Saya bertemu kembali dengan teman-teman seprofesi yang dulu cukup intens bertukar pengalaman di bidang pendidikan,” ungkap Insan.

Insan menilai bahwa pertemuan tersebut memberikan energi positif sekaligus inspirasi baru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Insan menambahkan, interaksi yang terjalin selama perayaan HAB membuka ruang diskusi informal antarguru madrasah. Dari obrolan ringan hingga berbagi praktik baik pembelajaran, semuanya berlangsung secara alami dan penuh kehangatan. Hal ini menjadi nilai tambah yang jarang didapatkan dalam forum formal.
Hal senada juga disampaikan oleh Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., yang turut merasakan kuatnya ikatan emosional dalam perayaan HAB ke-80 ini. Ia menyebutkan bahwa acara tersebut benar-benar mampu menyatukan emosi seluruh peserta dalam satu tujuan bersama. “Perayaan HAB ini benar-benar menyatupadukan emosi kita dalam satu tujuan, yaitu bergerak ke arah yang jauh lebih baik lagi di semua bidang, khususnya dalam dunia pendidikan madrasah,” ujar Mutiara. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi ke depan.

Kemeriahan HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Garut bagi guru dan kepala madrasah MIS Ar-Raudhotun Nur pun menjadi bukti bahwa kegiatan institusional dapat menghadirkan dampak emosional yang positif. Tidak hanya memperkuat identitas sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan komitmen kolektif untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan semangat HAB ke-80, keluarga besar MIS Ar-Raudhotun Nur optimistis mampu melangkah bersama, saling menguatkan, dan terus berkontribusi dalam membangun pendidikan madrasah yang lebih maju, humanis, dan bermakna bagi masa depan generasi bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































