Langkat (Humas) – Bertempat diruang guru, MIN 9 Langkat sukses melaksanakan kegiatan diseminasi pelatihan mengenai administrasi pembelajaran pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh dewan guru beserta staf tata usaha di lingkungan madrasah. Program ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tata kelola administrasi kelas yang terbaru. Seluruh peserta berkumpul di ruang pertemuan untuk menyimak materi yang disampaikan oleh para narasumber. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan kurikulum saat ini.
Nurhabibah, S. Pd. I., bertindak sebagai narasumber pertama yang memaparkan hasil pelatihan yang telah diikutinya. Beliau menjelaskan secara detail mengenai tata cara pembuatan alokasi waktu pembelajaran yang efektif. Untuk mempermudah pemahaman, beliau membagikan lembar kerja kepada semua guru sebagai bahan diskusi kelompok. Para guru tampak serius menyusun kerangka waktu belajar agar target kurikulum dapat tercapai tepat waktu. Diskusi interaktif ini membantu para pendidik dalam merancang jadwal pertemuan yang lebih sistematis di kelas.
Kepala MIN 9 Langkat, Sopian, S. Pd. I., M. Sos., hadir memberikan penguatan sekaligus bertindak sebagai narasumber kedua. Beliau memberikan penjelasan teknis terkait pengisian aplikasi e-Kinerja guru yang kini menjadi platform penilaian utama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya dokumentasi foto atau video saat proses belajar mengajar berlangsung. Dokumentasi tersebut menjadi bukti autentik yang sangat dibutuhkan dalam pelaporan kinerja bulanan aparatur sipil negara. Siswa dan guru diharapkan terbiasa dengan budaya dokumentasi kegiatan yang rapi dan terstruktur.
Lebih lanjut, Sopian, S. Pd. I., M. Sos., mengingatkan agar laporan e-Kinerja dibuat dengan hasil yang sempurna. Beliau menekankan bahwa setiap unggahan berkas harus dikerjakan secara semaksimal mungkin sesuai aturan yang berlaku. Kualitas laporan yang baik mencerminkan integritas dan kedisiplinan seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Kepala Madrasah berharap tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat karir para tenaga pendidik. Ketelitian dalam pengisian data menjadi kunci utama profesionalisme pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam arahannya, Kepala MIN 9 Langkat juga mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi di dalam kelas. Beliau mendorong para pendidik agar tidak merasa puas dengan metode pembelajaran konvensional yang monoton. Inovasi sangat diperlukan agar siswa merasa senang dan tidak bosan dalam menyerap materi pelajaran. Guru diminta untuk memanfaatkan teknologi serta media pembelajaran yang kreatif sesuai perkembangan zaman. Harapannya, kualitas pendidikan di MIN 9 Langkat dapat terus meningkat dan bersaing secara kompetitif.
“Kita berupaya secara maksimal dan berpikir agar kerja kita menjadi barokah sebagai aparatur sipil negara,” ujar Sopian. Beliau menegaskan bahwa setiap pekerjaan harus didasari oleh niat ibadah dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dedikasi yang maksimal akan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik di madrasah. Sebagai pelayan masyarakat, guru memiliki peran vital dalam mencetak generasi emas bangsa di masa depan. Pesan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh staf untuk bekerja dengan hati yang ikhlas.
Narasumber berikutnya, Nurma Syafrida, S. Pd. I., memaparkan materi penting mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Beliau menjelaskan bahwa dalam Kurikulum Merdeka, KKTP memegang peranan sentral sebagai standar penilaian. Materi ini sangat ditunggu-tunggu oleh para guru yang sedang melakukan transisi menuju implementasi kurikulum terbaru. Penjelasan diberikan dengan gaya bahasa yang sederhana agar esensi dari standar penilaian tersebut mudah dipahami. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab mengenai perbedaan KKTP dengan sistem penilaian pada kurikulum sebelumnya.
Nurma mengungkapkan bahwa KKTP berfungsi sebagai pedoman asesmen yang sangat akurat bagi setiap mata pelajaran. Dengan pedoman yang jelas, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi anak secara lebih objektif dan terukur. Penilaian tidak hanya terpaku pada angka, tetapi juga pada perkembangan proses belajar setiap individu siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip fleksibilitas yang diusung oleh semangat Kurikulum Merdeka saat ini. Melalui KKTP, pendidik dapat memetakan kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda di dalam satu kelas.
Kegiatan diseminasi ini ditutup dengan rasa syukur dan ucapan terima kasih dengan harapan penyusunan draf administrasi semester genap dapat berjalan dengan lancar. Seluruh dewan guru merasa mendapatkan ilmu baru yang sangat bermanfaat untuk menunjang tugas harian mereka. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan administrasi pembelajaran di MIN 9 Langkat menjadi lebih rapi dan mutakhir. Sinergi antara kepala madrasah dan para guru menjadi modal utama dalam memajukan lembaga pendidikan ini. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan lancar. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































