Siaran Berita, Bogor, (20/1/2026) – Langkah wirausaha kerap lahir bukan dari ruang rapat atau bangku perguruan tinggi, melainkan dari keberanian membaca peluang sejak usia dini. Gambaran itu tercermin pada sosok Ataya Fikri Rizquloh, seorang pelajar kelas 9 Sekolah Menengah Pertama kelahiran Bogor, 7 September 2010, yang sejak usia remaja telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia bisnis digital. Ketika sebagian besar seusianya masih memposisikan gim sebatas hiburan, Ataya justru memandangnya sebagai ruang ekonomi baru yang dapat dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Ataya Fikri Rizquloh merupakan remaja entrepreneur muda yang dikenal memiliki orientasi bisnis digital, kemandirian tinggi, serta naluri kepemimpinan yang tumbuh lebih awal dibandingkan kebanyakan pelajar seusianya. Ia menempuh pendidikan sebagai siswa kelas 9 SMP sambil membangun aktivitas usaha secara mandiri melalui perjualbelian akun gim Free Fire. Aktivitas tersebut dijalankan dengan sistem transaksi yang tertata, pemahaman pasar yang matang, serta pendekatan profesional dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Dari aktivitas inilah Ataya mampu meraih penghasilan hingga nominal signifikan, sekaligus membangun reputasi sebagai pelaku bisnis digital muda yang visioner.

Lebih dari sekadar berjualan akun gim, Ataya mengembangkan perannya sebagai pemimpin melalui posisinya sebagai CEO Reyesdelanoche. Entitas ini menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kepemimpinan baginya dalam mengelola usaha, membangun identitas merek, serta melatih tanggung jawab terhadap keputusan bisnis. Pengalaman memimpin sejak usia remaja membentuk karakter Ataya sebagai pribadi yang terstruktur, berorientasi tujuan, dan terbiasa berpikir jangka panjang dalam setiap langkah usaha yang dijalani.
Kecenderungan Ataya pada dunia bisnis tidak lepas dari kemampuannya membaca dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat. Ia memahami bahwa pasar virtual membutuhkan kecepatan adaptasi, kejujuran dalam transaksi, serta konsistensi dalam membangun kepercayaan. Prinsip tersebut menjadi fondasi personal branding Ataya sebagai remaja mandiri yang berani mengambil risiko terukur dan mampu mengelola peluang secara rasional, bukan sekadar spekulatif.
Di balik aktivitas bisnisnya, Ataya tetap menjalani peran sebagai pelajar dengan penuh kesadaran akan pentingnya pendidikan formal. Baginya, sekolah bukan penghalang bagi kreativitas dan kewirausahaan, melainkan bekal pengetahuan serta kedisiplinan yang memperkuat karakter. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung, dengan seorang kakak bernama Aflah Noval Ramadhan, orang tua bernama Iis Herawati, serta sosok nenek Dedeh Kamilah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pembentukan nilai-nilai pribadi.

Cita-cita Ataya terarah jelas pada dunia usaha. Ia membayangkan masa depan sebagai pembisnis sukses yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Dunia usaha digital dipilihnya sebagai medan pengabdian, sejalan dengan perkembangan teknologi dan potensi ekonomi generasi muda.
Melalui perjalanan yang masih panjang, Ataya Fikri Rizquloh memosisikan diri sebagai representasi generasi baru pelaku bisnis digital Indonesia. Sosok pelajar yang berani memulai lebih awal, membangun kemandirian finansial, serta menata kepemimpinan sejak usia belia. Jejaknya menegaskan bahwa wirausaha bukan semata soal usia, melainkan keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk belajar dari proses yang dijalani hari demi hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































