Garut, 22 Januari 2026 — Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Bayongbong. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah penyediaan formulir uji organoleptik atau uji hedonik sebagai sarana evaluasi mutu makanan yang disajikan kepada peserta didik di berbagai satuan pendidikan.
Melalui formulir uji organoleptik ini, kualitas makanan dinilai secara menyeluruh berdasarkan aspek rasa, warna, aroma, hingga tekstur. Penilaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingkat kesukaan terhadap makanan, tetapi juga menjadi indikator penting untuk memastikan bahwa sajian MBG memenuhi standar kelayakan konsumsi, keamanan pangan, dan penerimaan peserta didik.
Dalam pelaksanaan Program MBG, SPPG Muhammadiyah Bayongbong menyajikan menu yang lengkap dan seimbang, terdiri dari lima komponen utama, yaitu makanan pokok sebagai sumber energi, lauk hewani untuk memenuhi kebutuhan protein, lauk nabati sebagai pelengkap gizi, sayuran yang kaya vitamin dan mineral, serta buah-buahan segar sebagai sumber serat dan antioksidan. Kelima jenis makanan ini menjadi satu kesatuan menu yang disusun untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Salah satu madrasah yang menjalin kolaborasi aktif dalam menyukseskan program Presiden tersebut adalah MIS Ar-Raudhotun Nur. Madrasah ini tidak hanya menerima manfaat program, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan umpan balik terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh SPPG.
Guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, terlibat langsung dalam pengisian formulir uji organoleptik dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab. Insan menilai setiap komponen menu yang disajikan, mulai dari cita rasa makanan pokok, tingkat kematangan dan kelezatan lauk hewani, kesesuaian lauk nabati, kesegaran sayuran, hingga kualitas buah yang diberikan kepada siswa. “Formulir uji organoleptik ini sangat membantu dalam menjaga kualitas makanan. Setiap kolom, mulai dari rasa, warna, aroma, sampai tekstur harus diisi secara jujur agar hasil evaluasinya benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” ujar Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.
Insan menambahkan bahwa kelengkapan menu MBG menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat makan peserta didik. “Ketika makanan pokoknya pulen, lauk hewaninya enak, sayurnya segar, dan buahnya manis alami, anak-anak akan makan dengan senang. Ini tentu berdampak positif pada pemenuhan gizi mereka,” ungkapnya.
Menurut pihak SPPG Muhammadiyah Bayongbong, hasil dari uji organoleptik tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan menu ke depan. Setiap masukan dari madrasah dan guru menjadi referensi penting untuk meningkatkan kualitas rasa, tampilan, dan variasi menu, tanpa mengabaikan nilai gizi yang telah ditetapkan.
Kolaborasi antara SPPG Muhammadiyah Bayongbong dan MIS Ar-Raudhotun Nur ini menjadi contoh nyata sinergi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Melalui evaluasi yang terukur dan partisipatif, pelayanan MBG diharapkan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan serta masa depan generasi penerus bangsa.
Dengan pendekatan evaluatif melalui uji organoleptik, SPPG Muhammadiyah Bayongbong menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyajikan makanan yang bergizi secara kandungan, tetapi juga memenuhi standar kelayakan dari sisi rasa, tampilan, aroma, dan tekstur. Evaluasi yang dilakukan secara berkala ini menjadi wujud keseriusan dalam menghadirkan sajian yang benar-benar disukai dan dinikmati oleh peserta didik, sehingga makanan tidak sekadar tersaji di piring, tetapi benar-benar dikonsumsi dengan lahap dan memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang mereka.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































