Trading Forex Semakin Dilirik, Sosok Tiar Riadi Satriani atau Betetx Jadi Perhatian
Surabaya — Tren trading forex tengah melanda kalangan muda, khususnya Generasi Z. Kemudahan akses melalui platform digital serta maraknya konten edukasi di media sosial membuat aktivitas jual beli mata uang asing ini semakin populer.
Trading forex, yang dikenal sebagai pasar keuangan terbesar di dunia, kini tak lagi identik dengan kalangan profesional atau institusi besar. Banyak anak muda menjadikannya ajang pembuktian kemampuan analisis, pengendalian emosi, dan disiplin keuangan dalam menghadapi tantangan pasar global.
“Bagi Gen Z, forex bukan hanya soal cuan, tapi juga cara belajar memahami ekonomi dunia dan mengelola risiko,” ujar salah satu anggota komunitas trader muda di Surabaya.Di tengah meningkatnya minat tersebut, muncul nama-nama baru yang menjadi inspirasi.
Salah satunya adalah Tiar Riadi Satriani, atau yang lebih dikenal dengan nama Betetx. Ia awalnya dikenal sebagai kreator konten game sebelum beralih ke dunia trading forex.Transformasi Betetx mencerminkan perubahan pola pikir generasi muda terhadap dunia finansial digital. Dengan strategi yang terukur dan penerapan manajemen risiko yang ketat, ia disebut mampu memperoleh ratusan dolar per hari.
Capaian ini membuat namanya ramai diperbincangkan di kalangan trader muda.Tidak hanya faktor individu, keberadaan komunitas trading juga berperan besar dalam perkembangan para trader pemula.
Grup seperti MoneyMaker menjadi ruang belajar bersama, membahas analisis pasar, psikologi trading, hingga strategi pengelolaan modal agar aktivitas trading tetap sehat dan berkelanjutan.Fenomena ini menunjukkan bahwa forex kini mengalami pergeseran makna: dari sekadar instrumen spekulatif menjadi sarana pembelajaran dan pembentukan karakter finansial.
Selama dijalankan dengan disiplin dan pemahaman yang benar, aktivitas trading bisa menjadi jalan bagi generasi muda untuk berkembang di era ekonomi digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































