Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat sejak akhir 2025 telah menewaskan 1.199 jiwa, menyebabkan 144 orang hilang, dan memaksa lebih dari 380.000 warga mengungsi hingga Januari 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan ribu korban masih bertahan di tempat pengungsian sementara, sementara pembangunan hunian tetap (Huntap) menjadi prioritas utama untuk pemulihan berkelanjutan.
Pemerintah telah menetapkan target pembangunan 2.600 unit Huntap di tiga provinsi terdampak, yakni 1.000 unit di Sumatra Utara, 600 unit di Sumatra Barat, dan 1.000 unit di Aceh, sebagai wujud tanggap cepat dalam pemulihan.
Situasi ini menekankan urgensi solusi perumahan yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga aman dan tahan terhadap bencana alam di wilayah rawan. Untuk mengakselerasi program, pemerintah dapat mempertimbangkan beberapa alternatif teknologi hunian modular yang telah terbukti efektif di lapangan.
RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)
Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menggunakan panel beton pracetak knock-down yang dapat dirakit dalam waktu singkat oleh 3 hingga 4 pekerja. Teknologi ini terbukti tahan gempa hingga magnitudo 8 Richter dan telah diterapkan untuk huntap pasca bencana di Aceh dan Sulawesi Tengah.
Keunggulan RISHA terletak pada biaya yang terjangkau, sekitar Rp50 juta per unit tipe 36 untuk komponen struktural, mobilitas tinggi karena mudah dibongkar-pasang untuk relokasi ulang, desain fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal, serta penggunaan bahan bangunan lokal yang mendukung ekonomi komunitas.
Rumah Komposit Tahan Gempa
Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini memanfaatkan panel komposit polimer, bingkai aluminium, dan sistem interlock untuk pembangunan yang sangat cepat, hanya dalam 7 hari. Rumah ini memiliki struktur yang ringan, yaitu seperempat berat rumah konvensional, telah lulus simulasi internal untuk ketahanan gempa 7 SR, tahan api, dan modular, serta telah dibangun di berbagai daerah rawan bencana seperti Banten dan Nusa Tenggara Timur.
Keunggulan Rumah Komposit BRIN mencakup waktu pembangunan tercepat hanya dalam 7 hari, material ultra-ringan yang mengurangi beban pondasi, ketahanan api, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 90 persen yang mendukung industri lokal, serta desain modular yang memungkinkan ekspansi berkala sesuai kebutuhan keluarga.
WHome: Rumah Modular Pracetak
WHome dari PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) adalah rumah modular pracetak tipe 36 m² yang dapat dirakit dalam 2 hari tanpa memerlukan alat berat, siap dihuni dalam 20 hari. Produk ini telah teruji tahan gempa untuk 21 wilayah Indonesia berdasarkan standar nasional SNI, menggunakan material ramah lingkungan dan proses produksi berkelanjutan, memiliki desain fleksibel sesuai kebutuhan, serta terdaftar dengan nomor paten P00202506104.
Keunggulan WHome terletak pada kecepatan pembangunan yang hanya membutuhkan 2 hari untuk perakitan dan 20 hari untuk siap huni, kontrol kualitas pabrik yang konsisten, penggunaan material hijau yang mengurangi jejak karbon, serta kapasitas produksi yang dapat mendukung pencapaian target 2.600 unit.
RIKSA (Rumah Instan Kuat Sehat Aman)
RIKSA merupakan rumah tipe 6×6 meter dengan desain tahan gempa dan dilengkapi ruang tamu, dua kamar tidur, serta kamar mandi. Teknologi ini telah didemonstrasikan pada Januari 2025 di Sukabumi dengan kunjungan Kepala BNPB sebagai bagian dari pembelajaran implementasional.
Keunggulan RIKSA terletak pada rekomendasi BNPB yang memberikan kredibilitas implementasional, desain yang tahan terhadap angin ekstrem hingga 200 km per jam, fasilitas lengkap untuk keluarga, serta biaya standar Rp60 juta per unit yang jelas dan terukur.
Dalam mewujudkan program huntap skala besar, keempat teknologi tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan oleh pemerintah sesuai dengan karakteristik geografis dan kebutuhan spesifik setiap daerah.
Adanya teknologi dan inovasi hunian modular ini adalah solusi inovatif yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk mempercepat pembangunan hunian tetap yang aman dan nyaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































