siaran-berita.com – Lamongan, 25 Januari 2026 – Puncak dari bahasa sebagai bungkus makna adalah gerak, nada dan warna. Ia hadir dibawa alam, sebagaimana suara gemerciknya air, warna hijaunya daun dan birunya laut. Mengayunya pepohonan tertiup angin, mengalirnya perjalanan air ketempat yang lebih rendah. Begitupula pergerkan ikan, gelombang samudra menerjang karang.
Manusia diciptakan akhirnya mersepon tanda itu semua. Kitab kitab yang tergelar di alam raya dan tergulung dalam relung hati samudra jiwa, kemudian melahirkan bahasa, kata, teknologi dan tanda indentitas sebuah masa. Semua akhirnya manunggal pada diri manusia. Dipancarkan lewat gerak tubuhnya, nada feberasi suaranya, warna kulit dan auranya, termasuk aneka bentuk tulisan dalam tek tek budaya cetak.
Empat sahabat kebudayaan atau peradaban yang berupa gerak, warna, nada dan kata masing masing membawa maksudnya dan punya peran fungsinya. Berkolaborasi dan bergotong royong untuk sama sama tahu tujuannya. Sebagaimana perintah dari relung hati, tempat bersemayamnya hikmat kebijaksanaan, khodim yang tergulung dikedalaman dada.

Begitupula tentang air samudra, bekerjasama dengan matahari, menguap diantarkan si angin. Ditebar dan diajatuhkan menjadi pertumbuhan dan penciptaan. Melahirkan aliran kali bengawan solo, kali lamong, kali blawi, serning dan seterusnya. Membangun pergerakannya hingga tumbuh berbagai macam ikan dan tumbuhan. Mengalir ketempat yang lebih rendah, menjadi empang, tambak, rawah danau. Di laut luas ia menghempaskan nafasnya. Ia merebahkan tubuhnya.
Semoga pergerakan warna yang diusung manteman seni rupa Lamongan yang didukung perupa dari beberapa darah mampu mengajak saudara saudaranya lainnya. Baik berupa gerak, nada dan kata. Sehingga kebhenekaan sebagai alat bahasa yang membawa kaumnya bisa sama sama bergerak menuju Ika-nya. Yakni peradaban adi luhung, yang menumbuhkan nilai nilai kemanusiaan, sebagai wujud pancaran dari kesadaran berketuhanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kartika Herlina Candraning Shiam selaku putri Lamongan yang menjadi dosen seni rupa Unesa sekaligus mantan yak yuk Lamongan cukup memancing peserta diskusi dengan memberikan narasi peran seniman untuk menengok kembali kepada persoalan dasar manusia terhadap tanah airnya. Sebab ekologi sebagaimana tema Gagasan Visual tentang relasi manusia dan lingkungan merupakan ajakan kongrit para seniman agar tidak melupakan lingkungannya.
Diskusi yang diselenggarakan Kospela dan Doglas Club, pada minggu, 25 Januari 2026 menjadi rangkaian diskusi untuk bertukar literasi dan gagasan, guna meningkatkan daya apresiasi bagi kalangan masyarkat luas.
Penyelenggaraan pameran karya seni rupa dimulai tanggal 21 sampai 27 Januari 2026 di Gedung KORPRI Lamongan. Di ikuti para perupa dari beberapa daerah di jawa timur, bali dan semarang. (Jogo Wengi)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































