LEBAK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) menggelar kegiatan Tausyiah Ramadan, santunan anak yatim, dan buka puasa bersama di Masjid Jami Al-Mukhlisin, Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kabupaten Lebak, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memaknai Kehadiran Malam Lailatul Qadar sebagai Momentum Menguatkan Iman.”
Agenda keagamaan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lebak Kiai Furqon, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Mukhlisin, Ketua RT 01 Ciseke, Ketua RT 02 Ciseke, tokoh masyarakat setempat, serta warga Kampung Ciseke yang turut memadati area masjid menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari panitia dan tokoh yang hadir. Suasana kekeluargaan tampak terasa ketika mahasiswa PMII, tokoh agama, dan masyarakat duduk bersama mengikuti rangkaian acara hingga waktu berbuka.
Ketua Komisariat PMII USBR, Najmal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk memperkuat iman sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
“Melalui kegiatan tausyiah Ramadan, santunan anak yatim, dan buka puasa bersama ini, kami ingin menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa PMII tidak hanya berada di ruang-ruang akademik, tetapi juga hadir bersama masyarakat. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” ujar Najmal di hadapan para tamu undangan dan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat sangat penting dalam membangun kehidupan sosial yang saling mendukung.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya sebagai agenda seremonial Ramadan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun solidaritas sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lebak, Kiai Furqon, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa PMII yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat seperti ini merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran spiritual sekaligus memperkuat hubungan sosial.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa PMII yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara pribadi, tetapi juga bulan untuk memperkuat kepedulian sosial. Kegiatan santunan anak yatim dan buka bersama seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam tindakan,” ujar Kiai Furqon.
Ia juga mengingatkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan salah satu keistimewaan terbesar di bulan Ramadan yang seharusnya dimaknai sebagai momentum meningkatkan kualitas iman dan ibadah.
“Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka sudah seharusnya kita mempersiapkan diri dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat keimanan. Kegiatan tausyiah seperti ini menjadi sarana untuk mengingatkan kita semua agar tidak melewatkan kesempatan besar yang Allah berikan di bulan Ramadan,” katanya.
Menurutnya, peran mahasiswa sebagai generasi intelektual sangat penting dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, penuh kedamaian, serta membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap mahasiswa PMII terus menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, tokoh agama, dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk menjaga tradisi keislaman yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Selain tausyiah Ramadan, panitia juga menyalurkan santunan kepada sejumlah anak yatim yang berasal dari lingkungan sekitar Kampung Ciseke. Santunan tersebut diberikan secara langsung oleh panitia bersama tokoh yang hadir sebagai bentuk kepedulian sosial kepada anak-anak yang membutuhkan.
Usai penyerahan santunan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta kegiatan. Warga terlihat antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, PMII Komisariat USBR berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Kegiatan tausyiah Ramadan, santunan anak yatim, dan buka puasa bersama ini juga menjadi bukti bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada dunia akademik, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai keagamaan, solidaritas, dan kemanusiaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































