Bengkulu – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Taruna Jurusan Ilmu Pemasyarakatan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia setelah menyelesaikan masa praktik di lingkungan Bapas Kelas I Bengkulu. Pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai penutup rangkaian pembelajaran lapangan yang telah dijalani para taruna.
Taruna yang mengikuti KKN terdiri atas Dewa Riskie Abadi, Haiqal Zulfi Ramadhan, Muhamad Husein Rifai, dan Reynaldi Sastriawan. Selama menjalankan KKN, mereka memperoleh pengalaman langsung mengenai tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan, penelitian kemasyarakatan (Litmas), pendampingan klien pemasyarakatan, serta berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Melalui KKN tersebut, para taruna tidak hanya mempelajari teori yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga memahami secara langsung tantangan dan dinamika pelaksanaan tugas pemasyarakatan di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, kompetensi, serta profesionalisme sebagai calon insan pemasyarakatan di masa depan.
Dalam kesempatan itu, seluruh jajaran Bapas Kelas I Bengkulu memberikan apresiasi atas semangat, disiplin, dan kontribusi yang telah ditunjukkan para taruna selama melaksanakan KKN. Kebersamaan yang terjalin selama masa praktik menjadi bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia pemasyarakatan yang unggul dan siap menghadapi perkembangan sistem peradilan pidana modern.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menyampaikan bahwa kehadiran para taruna memberikan energi positif bagi organisasi sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama KKN di Bapas Kelas I Bengkulu menjadi bekal berharga bagi para taruna ketika nantinya mengemban tugas sebagai insan pemasyarakatan. Bangsa membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, empati, dan semangat melayani masyarakat. Teruslah belajar, berinovasi, dan mengabdi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemajuan sistem pemasyarakatan Indonesia,” ujar Aidil Jumidi.
Aidil menambahkan bahwa sinergi antara Bapas Kelas I Bengkulu dengan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia merupakan investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pemasyarakatan di masa mendatang.
Acara pelepasan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya masa praktik sekaligus awal perjalanan para taruna untuk mengabdikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai profesionalisme demi memberikan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.(IH)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































