Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berwawasan lingkungan, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) sukses meluncurkan program pengabdian bertajuk “SABUNKU”. Berpusat di Kantor Desa Pilangrejo pada Rabu (29/7/2026), kegiatan edukasi dan pemberdayaan ini menggandeng 19 anggota tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat untuk mendalami inovasi pembuatan sabun cuci piring cair berbahan dasar alami.
Program SABUNKU hadir sebagai solusi alternatif yang cerdas di tengah tingginya ketergantungan masyarakat pada sabun cuci piring komersial bersenyawa kimia pekat. Melalui inovasi ini, mahasiswa UNAIR mengedukasi warga untuk memaksimalkan potensi bahan alami di sekitar rumah tangga. Daun pandan dimanfaatkan sebagai agen pewarna dan pewangi alami yang menyegarkan, sementara jeruk nipis dipilih karena kandungan asamnya yang terbukti ampuh melarutkan lemak dan bersifat antibakteri. Sesi awal kegiatan diisi dengan pemaparan komprehensif mengenai bahaya limbah kimia rumah tangga dan pentingnya beralih ke produk organik demi menjaga kelestarian ekosistem desa.
Memasuki sesi inti, tim mahasiswa BBK 8 mengambil peran aktif dalam mendemonstrasikan tahapan produksi sabun cair secara langsung. Proses formulasi diawali dengan mencampurkan sari pandan dan jeruk nipis yang telah diekstraksi serta disiapkan sebelumnya oleh tim mahasiswa. Ekstrak alami murni tersebut lantas dipadukan dengan texapon sebagai agen pembersih dan garam dapur yang berfungsi sebagai pengental. Campuran ini kemudian diaduk secara konsisten hingga mencapai tekstur sabun cair yang sempurna. Warga yang hadir tampak antusias menyimak setiap langkah demonstrasi, hingga akhirnya produk sabun berhasil dikemas secara apik ke dalam botol pump yang praktis dan siap pakai.
Azzatie Airifah, yang bertindak sebagai Penanggung Jawab program bersama Fajrinne Chumbita Putri, menuturkan bahwa respons dan tingkat partisipasi ibu-ibu PKK sangat positif dan interaktif.
“Sepanjang demonstrasi dan sesi tanya jawab, kami melihat ibu-ibu PKK sangat proaktif ingin memahami detail setiap langkah dan presisi takaran bahannya. Kami sangat berharap transfer pengetahuan ini dapat diaplikasikan kembali secara mandiri oleh warga. Selain ramah lingkungan, produksi sabun mandiri ini jelas akan menekan biaya pengeluaran rumah tangga sehari-hari,” papar Azzatie.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan teknis, inisiatif mahasiswa UNAIR ini merupakan manifestasi nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education). Dengan menghadirkan ruang belajar non-formal yang inklusif dan aplikatif, para mahasiswa berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan kapasitas perempuan di pedesaan. Rangkaian kegiatan yang ditutup dengan evaluasi dan sesi dokumentasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi warga Desa Pilangrejo untuk terus berinovasi dan membangun kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































