Bogor – Hampir setiap hari, orang tua melihat anaknya menghabiskan waktu bersama telepon genggam. Mulai dari belajar, berkomunikasi dengan teman, bermain game, hingga berselancar di media sosial, sehingga aktivitas digital kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, tersimpan ancaman yang sering kali tidak disadari keluarga, mulai dari cyberbullying (perundungan digital) hingga online grooming, yaitu upaya pelaku membangun kedekatan dengan anak atau remaja melalui media digital untuk memperoleh kepercayaan sebelum melakukan eksploitasi.
Tidak sedikit orang tua mengaku masih bingung menghadapi perubahan tersebut. Sebagian besar hanya memahami pentingnya membatasi waktu penggunaan gawai, tetapi belum memiliki bekal yang memadai untuk mengenali tanda-tanda anak menjadi korban perundungan digital, memahami modus online grooming, maupun membangun komunikasi yang sehat mengenai aktivitas anak di dunia maya. Kondisi inilah yang mendorong perlunya pendekatan baru dalam pengasuhan keluarga yang tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada peningkatan literasi digital dan kemampuan orang tua mendampingi anak.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan sebuah inovasi pendidikan keluarga berupa Model Parenting Berbasis Literasi Digital Keluarga dalam Pencegahan Bullying dan Online Grooming pada Remaja. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Puji Hadiyanti, M.Si. ini dilaksanakan di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sebagai upaya memperkuat kapasitas orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Model yang dikembangkan mengusung konsep Family Digital Protection Parenting (FDPP), yaitu pendekatan pengasuhan keluarga yang mengintegrasikan literasi digital, komunikasi orang tua dan anak, pendampingan penggunaan media digital, serta sistem perlindungan keluarga dalam menghadapi berbagai risiko di ruang digital.
Menurut Dr. Puji Hadiyanti, M.Si., perubahan perilaku remaja di era digital tidak dapat dihadapi hanya melalui pembatasan penggunaan gawai ataupun pemanfaatan aplikasi pengawasan semata. Keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk perilaku digital yang sehat dan aman bagi remaja.
“Perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai. Orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi digital sekaligus kemampuan mendampingi, berkomunikasi, dan membangun sistem perlindungan digital di dalam keluarga. Itulah yang menjadi fokus pengembangan Model Family Digital Protection Parenting,” ujar Dr. Puji Hadiyanti.
Penelitian pengembangan ini dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada Februari hingga Juli 2026. Pada tahap awal, tim peneliti melakukan pengumpulan data lapangan untuk memetakan kondisi literasi digital keluarga, pola pengasuhan orang tua, serta berbagai tantangan yang dihadapi keluarga dalam mendampingi remaja menggunakan media digital.
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan tersebut, peneliti kemudian menyusun perencanaan Model Family Digital Protection Parenting (FDPP) sebelum memasuki tahap pengembangan draf awal model yang berlangsung pada akhir Maret hingga akhir April 2026. Penyusunan model dilakukan dengan mengintegrasikan hasil penelitian sebelumnya, teori pendidikan keluarga, literasi digital, perlindungan anak, serta pendidikan nonformal sehingga menghasilkan rancangan model yang aplikatif bagi masyarakat.

Memasuki bulan Mei 2026, draf model menjalani proses validasi oleh para ahli yang berasal dari bidang pendidikan masyarakat, pendidikan keluarga, serta literasi digital. Proses ini bertujuan memastikan kesesuaian substansi, sistematika model, materi pelatihan, hingga kelayakan implementasi di masyarakat. Berbagai masukan dari para validator kemudian digunakan sebagai dasar dalam melakukan revisi model sehingga menghasilkan perangkat yang lebih komprehensif.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada Juni 2026, yaitu uji coba terbatas kepada 26 orang tua yang memiliki anak usia remaja di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan menggunakan Modul Pelatihan Orang Tua: Family Digital Protection Parenting (FDPP) yang menjadi salah satu produk dari penelitian ini.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai literasi digital keluarga, karakteristik penggunaan media digital pada remaja, pencegahan cyberbullying, pengenalan online grooming, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, hingga strategi membangun sistem perlindungan digital keluarga. Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi kasus, simulasi, refleksi, dan penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan langsung di lingkungan keluarga.
Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan kompetensi orang tua setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan paling menonjol terlihat pada aspek literasi digital protektif orang tua, kompetensi parenting digital, serta kemampuan membangun sistem proteksi digital keluarga. Orang tua menjadi lebih memahami berbagai bentuk risiko digital yang dihadapi remaja, mengenali tanda-tanda cyberbullying maupun online grooming, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendampingi aktivitas digital anak.
Sementara itu, aspek sikap dan kesiapan protektif orang tua juga mengalami peningkatan, meskipun tidak sebesar peningkatan pada aspek pengetahuan dan pemahaman. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada ranah kognitif cenderung berlangsung lebih cepat dibandingkan perubahan perilaku yang membutuhkan proses pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut tim peneliti, hasil tersebut memperlihatkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kapasitas orang tua secara signifikan, walaupun dalam implementasi praktik pengasuhan digital tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan agar kebiasaan baru dapat terbentuk secara konsisten di lingkungan keluarga.
Setelah melalui proses revisi operasional pada akhir Juli 2026, Model Family Digital Protection Parenting (FDPP) dinyatakan selesai dikembangkan beserta seluruh perangkat pendukungnya. Salah satu produk penelitian berupa Modul Pelatihan Orang Tua: Family Digital Protection Parenting (FDPP) telah berhasil disusun dan diterapkan sebagai panduan pelaksanaan pelatihan bagi orang tua dalam memperkuat perlindungan remaja di ruang digital.
Dr. Puji Hadiyanti menjelaskan bahwa pengembangan model ini tidak berhenti pada penyusunan modul semata. Tahap berikutnya adalah memperluas pemanfaatan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah dan pengembangan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
“Kami berharap model ini tidak hanya menjadi produk penelitian, tetapi dapat diimplementasikan secara luas sebagai bagian dari pendidikan keluarga yang mampu memperkuat peran orang tua dalam melindungi remaja dari bullying maupun online grooming. Keluarga merupakan benteng pertama yang menentukan keamanan dan masa depan anak di era digital,” ungkapnya.
Sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian, tim peneliti menargetkan publikasi hasil penelitian pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2–3 dalam waktu dekat. Selain itu, Modul Pelatihan Orang Tua: Family Digital Protection Parenting (FDPP) juga akan dikembangkan menjadi buku referensi yang ditargetkan terbit pada akhir tahun 2026 agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh akademisi, praktisi pendidikan, pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, serta masyarakat umum.
“Dengan lahirnya Model ini, walaupun masih dalam skala terbatas, paling tidak menjadi awal agar penelitian berikutnya dapat dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Selain itu, kehadiran model ini diharapkan tidak hanya menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu pendidikan masyarakat, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia menghadapi tantangan kehidupan digital yang semakin kompleks,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































