Blitar – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir memberikan solusi bagi masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UIN Mengabdi Berdampak Bergerak. Salah satu tim pengabdian yang diketuai Dr. Nanik Wahyuni, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS. melaksanakan kegiatan pendampingan di SMP Tahfidz Insan Madani Pondok Pesantren Yanbuul Quran Al Karim, Kabupaten Blitar, Rabu (22/7/2026).
Program ini mengangkat tema “Transformasi Manajemen Keuangan SMP Tahfidz Insan Madani Pondok Pesantren Yanbuul Quran Al Karim Blitar: Pemberdayaan SDM, Penyusunan Laporan Keuangan Standar, dan Literasi Pajak menuju Good School Governance.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap semakin pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Nanik Wahyuni, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS. sebagai ketua, dengan anggota Novi Lailiyul Wafiroh, M.A., CAP. dan Lutfi Ardhani, S.E., M.SA., CAP.. Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa UIN Malang, Zayyana Firdaus dan Nur Cholisa Fajrin, sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran tim PkM mendapat sambutan hangat dari keluarga besar SMP Tahfidz Insan Madani. Mewakili mitra, Ky. Agus Jamzuri, S.Q., S.H.I., M.M. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Malang yang menjadikan sekolah tersebut sebagai mitra pengabdian.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan merupakan kebutuhan strategis di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas pengelolaan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga menjadi awal dari perubahan sistem pengelolaan sekolah yang lebih baik. Pendampingan dari UIN Malang menjadi energi baru bagi kami untuk terus berbenah menuju tata kelola yang profesional,” ujar Ky. Agus Jamzuri.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi Literasi Keuangan bagi Siswa oleh Dr. Nanik Wahyuni. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung atau mengelola uang, melainkan kemampuan mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab sejak usia dini.

Menurutnya, pembentukan perilaku keuangan yang sehat harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui pembiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, membangun budaya menabung, hingga memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan.
“Anak-anak yang memiliki literasi keuangan yang baik akan tumbuh menjadi individu yang lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi. Pendidikan karakter finansial merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi yang mandiri dan bertanggung jawab,” jelas Dr. Nanik Wahyuni.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diajak berdiskusi mengenai cara mengelola uang saku, pentingnya menabung, hingga kebiasaan konsumsi yang bijaksana. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, tim PkM juga melaksanakan diskusi intensif bersama kepala sekolah, guru, bendahara, dan pengurus yayasan mengenai tata kelola administrasi keuangan sekolah.
Sesi ini dipandu oleh Novi Lailiyul Wafiroh, M.A., CAP. dan Lutfi Ardhani, S.E., M.SA., CAP. dengan fokus pada identifikasi kondisi administrasi keuangan yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan sistem yang lebih terstruktur.

Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai aspek penting, mulai dari penyusunan dokumen administrasi keuangan, pencatatan transaksi yang sistematis, penyusunan laporan keuangan yang memenuhi standar, hingga penguatan sistem pengendalian internal.
Tidak hanya itu, tim juga memperkenalkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk membantu proses penyusunan laporan keuangan secara lebih efektif dan efisien. Digitalisasi administrasi dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pencatatan.
Lutfi Ardhani menjelaskan bahwa laporan keuangan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan organisasi.
“Informasi keuangan yang disusun secara benar akan membantu pimpinan sekolah menentukan kebijakan yang tepat, meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Novi Lailiyul Wafiroh menambahkan bahwa tata kelola administrasi yang baik harus dibangun melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Transformasi kelembagaan selalu dimulai dari manusianya. Ketika SDM memahami proses administrasi dan mampu mengimplementasikan sistem secara konsisten, maka tata kelola yang baik akan terbentuk secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari tema pengabdian, tim juga memperkenalkan literasi perpajakan kepada pengelola sekolah. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai kewajiban administrasi perpajakan lembaga pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Literasi perpajakan dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam membangun budaya kepatuhan (tax compliance culture) di lingkungan lembaga pendidikan. Pemahaman terhadap regulasi perpajakan akan memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas yang menjadi fondasi utama Good School Governance.
Berbeda dengan pelatihan yang bersifat satu arah, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini lebih menekankan pada diskusi partisipatif. Tim pengabdian membuka ruang konsultasi sehingga setiap permasalahan yang dihadapi sekolah dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Zayyana Firdaus dan Nur Cholisa Fajrin memperoleh kesempatan belajar secara langsung mengenai implementasi pengabdian masyarakat, mulai dari observasi, pendampingan, hingga dokumentasi kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim PkM, Dr. Nanik Wahyuni, menegaskan bahwa kegiatan pada 22 Juli 2026 bukan merupakan akhir dari program pengabdian.
“Program ini dirancang sebagai pendampingan berkelanjutan. Kami akan terus mendampingi sekolah dalam implementasi sistem administrasi keuangan, penyusunan laporan keuangan yang lebih terstandar, penguatan kapasitas SDM, serta peningkatan literasi perpajakan hingga tujuan program benar-benar tercapai,” tegasnya.
Menurutnya, perubahan tata kelola kelembagaan tidak dapat diwujudkan melalui pelatihan satu hari. Transformasi membutuhkan proses, komitmen, evaluasi, dan pendampingan secara berkesinambungan agar perubahan yang terjadi benar-benar melembaga dalam sistem organisasi.
Melalui kolaborasi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap lahir model pengabdian yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata bagi mitra. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat UIN Mengabdi Berdampak Bergerak, yaitu menghadirkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara ilmiah, aplikatif, dan berkelanjutan.
Program pendampingan ini diharapkan menjadi fondasi bagi SMP Tahfidz Insan Madani Pondok Pesantren Yanbuul Quran Al Karim Blitar dalam mewujudkan Good School Governance, yakni tata kelola sekolah yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, melainkan menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh institusi, pendidik, peserta didik, dan masyarakat luas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































