Yogyakarta — Murid baru MAN 1 Yogyakarta tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan dan budaya madrasah dalam rangkaian Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) 2026. Mereka juga dibekali wawasan politik dan demokrasi agar tumbuh menjadi generasi muda yang kritis, bertanggung jawab, dan berani menentukan masa depan bangsa.
Bekal tersebut diberikan melalui kegiatan Diskusi Demokrasi bertajuk “Politik, Demokrasi, dan Pemilih Pemula” yang berlangsung di Aula MAN 1 Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian awal Matamuda MAN 1 Yogyakarta 2026.
Diskusi dipandu oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Yogyakarta Agus Muhammad Yasin bersama Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kota Yogyakarta Kholil Ar Rahman.
Di hadapan para peserta, Kholil menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pemilihan umum tidak boleh dipandang sebatas menggugurkan kewajiban sebagai warga negara. Suara pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia.
“Pemilu bukan sekadar kewajiban. Ini adalah sarana krusial untuk menentukan mau dibawa ke mana arah masa depan bangsa, dan itu termasuk masa depan kalian sendiri,” tegas Kholil.
Para peserta diajak memahami prinsip-prinsip demokrasi, pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta perlunya menyaring informasi sebelum menentukan pilihan politik. Mereka juga didorong untuk tidak mudah terpengaruh hoaks, politik uang, maupun ajakan yang dapat memecah persatuan.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta membagikan pengalaman ketika mengikuti pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah asal masing-masing. Pengalaman tersebut menjadi contoh sederhana bahwa praktik demokrasi dapat dimulai dari lingkungan pendidikan.

Pemilihan ketua OSIS dipahami sebagai miniatur demokrasi karena melibatkan proses pencalonan, penyampaian visi dan misi, kampanye, pemungutan suara, hingga penerimaan terhadap hasil pemilihan. Melalui pengalaman itu, para murid belajar menghargai perbedaan pilihan serta mengutamakan kepentingan bersama.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa literasi demokrasi penting diberikan sejak dini agar para murid tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai warga negara.
“Para murid baru nantinya akan memasuki usia sebagai pemilih pemula. Karena itu, mereka perlu memahami bahwa satu suara memiliki nilai dan tanggung jawab. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, berani menyampaikan pendapat dengan santun, serta menghormati setiap perbedaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para murid baru diharapkan mampu menyatukan kecakapan intelektual, kematangan karakter, nilai keislaman, dan kesadaran kebangsaan dalam menjalani perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar Alnesa. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































