Cisaat, Ciater, Subang — Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, kembali menggelar tradisi tahunan Ngaruwat Bumi sebagai wujud syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Acara bertajuk “Pagelaran Seni jeung Budaya Ruwatan Bumi Kampung Cisaat RW.01 Ds. Cisaat” ini berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, dan dimeriahkan dengan rangkaian kesenian khas Sunda seperti pawai obor, bubur suro, seni gemyung, hajat pararit, hingga pagelaran wayang golek yang dibawakan oleh Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dan pendampingan dari tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University yang tengah menjalani masa pengabdian selama 40 hari di Desa Cisaat. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Mahija, Alfido, Liliana, Wildy, Anne, Riztty, dan Yolanda. Kehadiran mereka telah resmi diterima oleh jajaran perangkat Desa Cisaat, sebagaimana terlihat dalam sesi penyambutan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Cisaat.
Menjaga Tradisi Ngaruwat Bumi di Tengah Modernisasi
Ngaruwat Bumi merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kampung Cisaat yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kesuburan tanah dan melimpahnya hasil bumi yang menjadi sumber penghidupan warga. Tradisi ini digagas dan dilaksanakan atas peran serta tokoh masyarakat setempat, di antaranya Data Gunawan selaku Ketua RW 01 Cisaat dan Suryana selaku Kepala Desa Cisaat, bersama jajaran panitia serta tokoh masyarakat lainnya.
Di tengah arus modernisasi, konsistensi warga Cisaat dalam mempertahankan ritual budaya ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Desa Cisaat yang tengah dikembangkan sebagai desa wisata. Rangkaian kesenian seperti wayang golek dan seni gemyung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi muda.
Sinergi Mahasiswa KKN-T dan Potensi Desa Wisata Cisaat
Kehadiran mahasiswa KKN-T IPB University di Desa Cisaat sejalan dengan semangat pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi ekonomi lokal. Selama masa pengabdian, kelompok mahasiswa ini membawa program kerja yang berfokus pada penguatan potensi Desa Wisata Cisaat serta optimalisasi hasil produk pertanian unggulan warga, yaitu nanas.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T berupaya membantu masyarakat mengemas potensi wisata budaya, seperti tradisi Ngaruwat Bumi, dan potensi agrikultur nanas menjadi satu kesatuan daya tarik yang dapat mendongkrak perekonomian dan popularitas Desa Cisaat di mata wisatawan. Sinergi antara pelestarian tradisi dan inovasi pengembangan desa ini diharapkan mampu menjadikan Cisaat sebagai contoh desa wisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
Dengan berlangsungnya Ngaruwat Bumi tahun ini serta dukungan dari program KKN-T IPB University, masyarakat Desa Cisaat berharap tradisi ini dapat terus lestari sekaligus membawa dampak positif bagi kemajuan desa, baik dari sisi budaya, sosial, maupun ekonomi.
(Penulis: Mahasiswa KKN-T IPB University Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































