Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pangan melalui pengembangan FRUVITA, sebuah edible coating spray berbasis probiotik dan mikrokapsul minyak atsiri cengkeh yang mampu menjaga kesegaran buah dan sayur lebih lama.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim yang diketuai Nur Hidayati (S1 Pendidikan Biologi) bersama
Ilham Maulana (S1 Bioteknologi), Dhiah Eka Rahmadhani (S1 Pendidikan Kimia), Aprillia Susanti (S1 Akuntansi), dan Hafiyyan Azka Aghniya Sudrajat (D4 Manajemen Pemasaran), di bawah bimbingan Ibu Nur’aini Kartikasari, S.Si., M.Sc. dari Departemen Biologi Universitas Negeri Malang.
FRUVITA hadir sebagai solusi terhadap tingginya angka food loss pada komoditas hortikultura akibat pembusukan selama proses penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran. Banyak buah dan sayur mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tangan konsumen sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani, pedagang, maupun pelaku usaha. Melalui teknologi pelapis alami (edible coating), FRUVITA dirancang untuk memperpanjang umur simpan sekaligus menjaga kualitas produk secara aman.
Berbeda dengan produk pelapis buah pada umumnya, FRUVITA mengombinasikan dua bahan utama, yaitu probiotik (Lactiplantibacillus plantarum) dan mikrokapsul minyak atsiri cengkeh. Probiotik berfungsi sebagai pelindung dari dalam jaringan buah dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan secara alami, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan pencernaan ketika dikonsumsi.
Sementara itu, minyak atsiri cengkeh yang kaya akan senyawa eugenol berperan sebagai pelindung dari luar dengan sifat antibakteri dan antijamur. Melalui teknologi smart-release, mikrokapsul mampu melepaskan senyawa aktif secara optimal saat mendeteksi tanda-tanda awal pembusukan, sehingga perlindungan menjadi lebih efektif tanpa mengganggu kualitas buah dan sayur.
Ketua tim, Nur Hidayati, menjelaskan bahwa FRUVITA dikembangkan tidak hanya untuk memperpanjang masa simpan, tetapi juga memberikan kemudahan dalam penggunaannya.
“FRUVITA dirancang sebagai solusi preservasi pascapanen yang praktis, aman, dan ramah lingkungan. Produk ini diharapkan dapat membantu petani, pedagang, distributor, hingga konsumen dalam menjaga kualitas buah dan sayur sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen,” ujarnya.
FRUVITA dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pengguna dalam rantai distribusi hortikultura. Target utama produk ini adalah pedagang buah dan sayur yang membutuhkan solusi praktis untuk menjaga kesegaran produk dagangan mereka. Selain itu, FRUVITA juga ditujukan bagi petani sebagai upaya mengurangi kehilangan hasil panen sejak tahap pascapanen, serta distributor yang memerlukan perlindungan produk selama proses distribusi. Di sisi lain, produk ini juga dapat dimanfaatkan oleh konsumen individu atau rumah tangga untuk menjaga kualitas buah dan sayur selama penyimpanan.
Untuk memperkuat potensi pemanfaatannya di lapangan, FRUVITA juga mendapatkan respons positif dari berbagai calon pengguna. Seorang pedagang buah menyampaikan bahwa produk seperti FRUVITA sangat membantu dalam menjaga kesegaran buah dagangan agar tidak cepat rusak, terutama saat penyimpanan.
Di sisi lain, pelaku distribusi dan UMKM menilai bahwa inovasi ini dapat mengurangi risiko kerugian selama proses pengiriman dan penyimpanan. Dengan kualitas produk yang tetap terjaga, nilai jual buah dan sayur pun dapat dipertahankan.
Sementara itu, dari sudut pandang konsumen rumah tangga, penggunaan FRUVITA dinilai praktis dan membantu menjaga kesegaran bahan pangan sehari-hari, sehingga dapat mengurangi pemborosan akibat buah dan sayur yang cepat membusuk.
Produk ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya bersifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan, menggunakan bahan alami (bio-based), serta aman dikonsumsi (food-grade). FRUVITA mampu memperpanjang umur simpan buah dan sayur hingga 2–3 kali lebih lama tanpa mengubah rasa, aroma, maupun tekstur, serta tidak meninggalkan residu. Penggunaannya pun praktis, cukup dengan disemprotkan atau diaplikasikan pada permukaan buah dan sayur.
Selain menghadirkan inovasi produk, FRUVITA juga mendukung pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui upaya pengurangan food loss serta penggunaan bahan alami yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, tim pengembang berharap FRUVITA dapat menjadi solusi preservasi pascapanen yang dapat diterapkan secara luas di Indonesia. Pengembangan produk akan terus dilakukan dari sisi teknologi, kualitas formulasi, hingga perluasan pemasaran agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Dengan dukungan Universitas Negeri Malang serta kolaborasi lintas disiplin, FRUVITA diharapkan menjadi inovasi unggulan dalam bidang preservasi pangan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Penulis: Nur Hidayati
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































