BANYUWANGI — Aqil Mahardika, pemuda asal Banyuwangi, menunjukkan prestasi mengesankan di dunia bisnis sejak usia muda. Memulai usaha pada umur 20 tahun, Aqil sukses menjalankan waralaba Alfamart yang tumbuh stabil dan memperluas investasinya dengan memiliki kos putra berkapasitas 20 kamar di Malang, Jawa Timur. Kombinasi usaha ritel dan properti itu membawanya meraih pendapatan perdana sebesar Rp1 miliar.
Langkah awal Aqil dimulai dari keberanian mengambil kesempatan membuka waralaba. Saat berusia 20 tahun, ia membuka gerai Alfamart di lokasi strategis yang ramai dilalui warga. Dengan penerapan manajemen operasional yang tertata, pengelolaan stok terorganisir, dan layanan pelanggan yang konsisten, toko tersebut mencatat omzet yang stabil. Keberhasilan ini mendorong Aqil menggunakan keuntungan awal untuk terjun ke bisnis properti.
Pilihan memiliki kos di Malang adalah langkah strategis karena kota ini terkenal sebagai kota pelajar dengan kebutuhan hunian yang tinggi. Kos putra milik Aqil memiliki 20 unit kamar yang dikelola secara profesional. Dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan mahasiswa—kamar bersih, koneksi internet memadai, serta sistem pembayaran yang fleksibel—kos ini menjadi pilihan populer bagi mahasiswa dan pekerja muda di sekitar kampus dan kawasan industri di Malang.
Perpaduan antara usaha ritel dan properti memberi diversifikasi pendapatan yang solid. Menurut Aqil, faktor utama sukses adalah konsistensi, pengelolaan keuangan yang baik, serta fokus pada kepuasan pelanggan. Ia juga menekankan pentingnya menginvestasikan kembali laba untuk menumbuhkan skala usaha dan menciptakan aliran pendapatan pasif lewat properti.
Kisah Aqil menjadi inspirasi bagi pengusaha muda di daerah. Dari seorang pemuda Banyuwangi, ia kini mengelola usaha lintas kabupaten dan mencapai tonggak pendapatan Rp1 miliar. Ceritanya membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, pemilihan lokasi tepat, dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan, usaha skala kecil dapat berkembang menjadi pencapaian finansial yang signifikan.
Aqil berharap pengalamannya mendorong generasi muda untuk mulai berwirausaha lebih awal, memanfaatkan peluang di sektor ritel dan properti, serta menjaga etos kerja yang kuat. Ke depannya, ia berencana menambah jaringan kos-kosan dan membuka beberapa unit waralaba lagi untuk memperkuat portofolio usahanya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































