Saat ini ketika drama Korea telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang berbagai kisah diberikan dengan tema yang beragam seperti romansa, keluarga, hingga kehidupan sosial yang ceritanya bukan hanya membuat kita menjadi realistis tetapi juga menyadari bahwa hal-hal tersebut masih sering kita temui sampai hari ini.
Salah satunya adalah drama Korea yang baru saja saya tonton berjudul Teach You a Lesson, drama ini bercerita tentang Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang di bentuk oleh Kementrian Pendidikan Korea Selatan untuk menangani kasus-kasus yang ada di sekitar sekolah atau ranah pendidikan seperti bullying, kekerasan seksual atau bahkan tekanan mental yang di berikan dari keluarga ataupun orang terdekat. Dalam cerita ini BPHP bukan hanya berpihak pada salah satu elemen antara murid atau guru namun mereka menolong korban yang di rugikan dengan cara mendisiplinkan para pelaku agar nantinya kejadian yang sama tidak pernah terulang lagi, baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lainnya
Dari ceritanya yang sangat menarik karena setiap episodenya mengangkat isu-isu pendidikan yang masi sering dijumpai di kehidupan nyata, menurut saya hal ini juga menjadikan drama tersebut bukan hanya sekedar serial pengisi waktu luang namun juga memberikan pelajaran akan pesan-pesan yang ada di dalamnya.
di Indonesia sendiri kasus bullying masi menjadi tumpukan pr yang terus di selidiki dan di tangani karena pada kenyataanya bullying bukan hanya perundungan biasa tanpa memberikan efek apapaun pada korban, bullying adalah perlakuan yang bisa menjadikan seseorang kehilangan jati diri dan mimpi-mimpinya naasnya lagi bahkan bisa berujung trauma atau hilangnya nyawa.
Mungkin itulah alasan mengapa Teach You a Lesson terasa begitu dekat dengan kenyataan. Drama ini memang mengambil latar sekolah di Korea Selatan, tetapi pesan yang disampaikannya dapat ditemukan di banyak tempat, termasuk di Indonesia. Pada akhirnya, bullying bukan hanya tentang pelaku dan korban, melainkan tentang bagaimana lingkungan di sekitarnya memilih untuk bertindak. Sebab selama bullying masih dianggap sebagai kenakalan biasa yang akan hilang seiring waktu, maka tradisi tersebut akan menjadi hal yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Maka dari itu pelajaran terbesar dari drama ini adalah bahwa menghentikan bullying tidak cukup hanya dengan memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga dengan memastikan tidak ada lagi kasus serupa di masa yang akan datang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































