PROBOLINGGO – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton kembali menorehkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui observasi lapangan dan riset mendalam yang dilakukan di Desa Prasi, tim mahasiswa program studi Ekonomi Syariah UNUJA yang terdiri dari, Saiful Rizal, Deny Prasetiyo, Jaka Kusuma, dan Moch. Efiluddin, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Drs. H. Mohammad Syaiful Su’ib, M.E.I berhasil mengungkap potensi ekonomi lokal yang luar biasa. Sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pengolahan pinang kering di desa tersebut sukses menembus pasar luar pulau hingga ekspor.
Dalam riset lapangan yang bertajuk implementasi digitalisasi dan tata kelola hubungan pelanggan tersebut, mahasiswa KKN Ekonomi Syariah mendapati bahwa komoditas pinang kering dari Desa Prasi memiliki nilai perputaran ekonomi yang sangat menjanjikan. Dari data yang dihimpun tim KKN di lokasi usaha, UMK mandiri ini mampu mengirimkan komoditas pinang kering hingga kurang lebih 3 ton setiap bulannya melalui jaringan mitra eksportir.

Keberadaan UMK pinang ini dinilai tim KKN sangat selaras dengan prinsip ekonomi syariah dalam hal pemberdayaan umat dan kemaslahatan bersama. Usaha ini terbukti menjadi penyerap lapangan kerja lokal dengan memberdayakan sekitar 10 orang warga desa secara rutin. Mahasiswa KKN turut mengamati langsung seluruh rantai produksinya, mulai dari tahap pengumpulan bahan baku dari petani, penjemuran, penyortiran kualitas, hingga proses pengemasan akhir sebelum diberangkatkan.
“Kami mengirim pinang sekitar tiga ton setiap bulan. Semua proses dikerjakan bersama sekitar sepuluh orang pekerja,” ujar pemilik usaha saat diwawancarai oleh tim mahasiswa KKN Ekonomi Syariah UNUJA. Ketua Tim Riset KKN UNUJA mengungkapkan kekagumannya terhadap kemandirian UMK ini. Pasalnya, seluruh operasional, mulai dari modal hingga pencarian jaringan pasar di luar pulau, digerakkan secara mandiri dengan modal pribadi pelaku usaha.Dalam hal pemasaran digital, para pelaku usaha memanfaatkan platform sederhana seperti WhatsApp Business dan Facebook untuk menjaga ekosistem hubungan dengan pembeli.
Namun, temuan penting dari riset KKN mahasiswa Ekonomi Syariah ini juga menyoroti minimnya perhatian dari pemangku kebijakan. Hingga saat ini, UMK potensial tersebut tercatat belum pernah mendapatkan stimulasi modal, pelatihan digital yang terintegrasi, maupun pendampingan regulasi ekspor secara langsung dari pemerintah. “Selama ini kami menjalankan usaha secara mandiri dan belum pernah mendapatkan bantuan atau pendampingan dari pemerintah,” aku pelaku usaha kepada mahasiswa.

Berangkat dari hasil riset KKN ini, mahasiswa Ekonomi Syariah UNUJA merekomendasikan perlunya sinergi strategis antara pemerintah desa dan pelaku usaha. Tim KKN berkomitmen untuk membantu menindaklanjuti temuan ini dengan menyusun rekomendasi program penguatan literasi digital, edukasi manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management), serta fasilitasi sertifikasi produk. Diharapkan, lewat publikasi riset KKN mahasiswa Universitas Nurul Jadid ini, potensi ekspor mandiri di Desa Prasi dapat lebih dilirik oleh instansi terkait demi mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































