Bersama Masyarakat (BBM) melaksanakan program kerja penataan lingkungan di Balai RW 16, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan bermanfaat melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain mempercantik kawasan Balai RW, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman obat sebagai pengobatan alternatif alami.
Kegiatan diawali dengan penyiapan lahan yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis obat tanaman di halaman depan Balai RW 16. Mahasiswa bersama warga bergotong royong membersihkan area, menanam bibit, serta menata taman agar terlihat rapi dan nyaman. Adapun tanaman yang ditanam antara lain lidah buaya, jahe, lengkuas (laos), kunyit, sereh, pandan, kencur, kunci, seledri, cabai rawit, rosemary, binahong, kayu manis, tomat, terong, daun mint, dan daun salam. Sebagian besar tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional maupun bumbu dapur dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, beberapa tanaman seperti rosemary, dan kayu manis memerlukan perawatan yang lebih optimal karena memerlukan kondisi tumbuh tertentu agar dapat berkembang dengan baik. Keberagaman jenis tanaman ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan masyarakat mengenai berbagai tanaman herbal yang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah.
Setelah proses instalasi selesai, mahasiswa melanjutkan dengan penataan taman agar terlihat lebih rapi, menarik, dan mudah dirawat. Kehadiran taman TOGA ini tidak hanya memperindah halaman Balai RW 16, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis tanaman herbal beserta manfaatnya. Dengan adanya taman ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan tanaman obat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Selain mengoptimalkan halaman depan, mahasiswa juga memanfaatkan area kosong yang sempit di bagian belakang Balai RW dengan menerapkan konsep vertical farming. Sebagai solusi kreatif, mahasiswa merancang rak bertingkat menggunakan pipa paralon untuk menanam berbagai tanaman sayuran dan tanaman obat. Pemanfaatan rak vertikal ini menjadi alternatif efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas sehingga tetap produktif dan bernilai edukatif.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat dapat melihat contoh sederhana pemanfaatan ruang sempit untuk budidaya tanaman yang bermanfaat. Diharapkan, konsep ini dapat menginspirasi warga untuk menerapkan pertanian skala rumah tangga sehingga mampu mendukung kemandirian dalam memenuhi kebutuhan tanaman, obat, maupun sayuran.

Sebagai inovasi dalam program kerja ini, mahasiswa BBM UM juga memasang kode QR pada setiap tanaman TOGA. Kode QR tersebut dapat membantu mengakses informasi mengenai nama tanaman, manfaat, cara penggunaan, serta cara perawatannya. Inovasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara praktis tanpa harus mencari referensi dari sumber lain. Dengan demikian, taman TOGA tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang interaktif, informatif, dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Melalui program penataan lingkungan ini, mahasiswa UM BBM bersama masyarakat RW 16 Desa Sekarpuro berhasil menghadirkan taman TOGA yang hijau, edukatif, dan bermanfaat. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menunjukkan bahwa semangat gotong royong mampu menghasilkan program yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Di dekatnya, taman TOGA beserta inovasi QR code yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































