SLEMAN – Keberadaan pos pemuda di sebuah dusun sering kali bukan sekadar tempat berkumpulnya para pemuda karang taruna saja. Lebih dari itu, pos pemuda kerap bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial, ruang musyawarah, hingga tempat bermain yang ramah bagi anak-anak sekitar. Namun, apa jadinya jika ruang publik yang sarat aktivitas tersebut justru menyimpan potensi bahaya tersembunyi bagi keselamatan buah hati? Kondisi inilah yang menjadi perhatian utama bagi kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 Unit VI.A.1 saat menginjakkan kaki di Dusun Somoitan, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.
Inisiatif pengabdian ini berawal dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi fisik bangunan pos pemuda setempat. Berdasarkan peninjauan di lapangan, pos pemuda Dusun Somoitan memiliki area lantai 2 hingga jalur tangga yang mengarah ke lantai 3 yang belum dilengkapi dengan pagar pengaman atau railing yang memadai. Padahal, area tersebut sehari-hari sering dimanfaatkan oleh anak-anak dusun sebagai tempat bermain dan berkumpul. Tanpa adanya pelindung yang aman pada bagian tepi lantai atas dan tangga terbuka, tentu kondisi ini menghadirkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami bahaya ketinggian.

Menyadari potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga terutamanya anak-anak, mahasiswa KKN UAD Unit VI.A.1 bergerak cepat. Mereka merancang program kerja penambahan infrastruktur keselamatan berupa pemasangan pagar pengaman yang kokoh di area rawan tersebut. Pelaksanaan pemasangan pagar pengaman ini direalisasikan secara resmi pada tanggal 27 Agustus 2026. Tidak hanya berfokus pada fungsi keamanan semata, para mahasiswa juga menyelaraskannya dengan kegiatan pemeliharaan estetika bangunan, yakni melakukan pengecatan ulang secara menyeluruh di area interior pos pemuda.
Pekerjaan fisik ini dilakukan secara gotong royong, mencerminkan sinergi yang hangat antara mahasiswa KKN dengan warga setempat. Ruang yang sebelumnya tampak monoton dan berpotensi membahayakan, kini disulap menjadi area yang jauh lebih aman, bersih, rapi, dan sedap dipandang mata. Dengan selesainya pengerjaan ini, pos pemuda Dusun Somoitan kini memiliki wajah baru yang jauh lebih ramah anak. Para orang tua di dusun tersebut kini tidak perlu lagi merasa cemas atau khawatir berlebihan ketika anak-anak mereka bermain di area lantai atas pos pemuda, sementara para pemuda kembali memiliki ruang yang representatif untuk beraktivitas.

Rasa aman dan nyaman ini diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi pos pemuda sebagai pusat interaksi warga yang inklusif tempat di mana para pemuda bisa berdiskusi produktif, sementara anak-anak dapat bermain dengan gembira tanpa dibayangi rasa takut. Langkah nyata yang ditunjukkan oleh mahasiswa KKN UAD 2026 Unit VI.A.1 ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah-tengah masyarakat pedesaan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik semata, melainkan momentum untuk membaca realitas sosial, mendengarkan kebutuhan warga, dan menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































