Tempuran, Magelang – Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dimanfaatkan secara berbeda oleh sekelompok mahasiswa FKIP UNTIDAR yang sedang melaksanakan MKT (Magang Kependidikan Terintegrasi) di SMP Negeri 1 Tempuran. Alih-alih sekadar menggelar lomba-lomba tradisional khas 17 Agustus, kami justru mengadakan Lomba Literasi dan Numerasi bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Tempuran, Kabupaten Magelang.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas VII, VIII, IX SMP Negeri 1 Tempuran. Antusiasme peserta terlihat sejak acara dibuka, di mana mereka harus berlomba untuk mengasah kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis, kekompakan, dan kecakapan berhitung melalui berbagai soal dan permainan edukatif yang telah dirancang oleh kami, mahasiswa MKT UNTIDAR.
Kepala SMP Negeri 1 Tempuran, Drs. Indro Kadaryanto, menyambut baik inisiatif mahasiswa MKT UNTIDAR ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan minat belajar siswa.
“Kami sangat mengapresiasi insiatif adik-adik mahasiswa MKT dari UNTIDAR yang mengajak siswa kami untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda. Lomba ini bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana anak-anak belajar berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan melatih kekompakan.” tutur Kepala SMP Negeri 1 Tempuran.
Wujud Nyata Kepedulian terhadap Pendidikan
Ketua dari mahasiswa MKT, Endah Wiji Astuti, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi yang menjadi fokus utama kebijakan pendidikan nasional saat ini.
“Kami ingin adik-adik siswa memaknai kemerdekaan bukan Cuma lewat lomba-lomba fisik, tapi juga lewat penguatan literasi dan numerasi. Momen 17 Agustus ini pas sekali untuk mengajak mereka berpikir kritis lewat pidato dan mengasah ketelitian lewat soal-soal numerasi agar mereka sadar bahwa perjuangan generasi muda sekarang ya lewat belajar dan berani.” tuturnya.

Pemilihan tema literasi dan numerasi bukan tanpa alasan. Menurut kami, kemampuan ini menjadi fondasi penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era modern, sekaligus sejalan dengan semangat Asesmen Nasional yang diterapkan pemerintah.
Rangkaian Kegiatan
Lomba ini terbagi menjadi dua sesi, di antaranya:
Lomba Literasi (Suara Merdeka), berupa penyampaian pidato dengan tiga tema yang berkaitan dengan pendidikan dan kemerdekaan yaitu Pendidikan sebagai Jalan Menuju Kemajuan Bangsa, Literasi untuk Generasi Muda, dan Persatuan dalam Keberagaman. Lomba ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas VII, VIII, IX dengan setiap kelas mendelegasi satu siswa untuk mengikuti lomba ini. Durasi untuk setiap peserta yaitu 10 menit, 5-7 menit untuk penyampaian pidato dan 3 menit untuk sesi argumentasi. Lomba pidato “Suara Merdeka” ini menarik karena tidak hanya menguji hafalan, tetapi benar-benar melatih siswa berpikir kritis, berargumentasi, dan percaya diri berbicara di depan umum sekaligus mengajak mereka memaknai kemerdekaan lewat isu pendidikan dan literasi yang relevan dengan kehidupan mereka sebagai generasi muda, bukan sekadar euforia perlombaan 17 Agustus biasa.
Lomba Numerasi (NUMERACE), berupa perpaduan kemampuan matematika dan balapan untuk merayakan Hut Kemerdekaan Indonesia Ke-81. Kata NUMERACE ialah gabungan dari kata ‘numeracy’ dan ‘race’. Kompetisi ini memadukan keterampilan matematika dengan kecepatan dan keseruan balapan. Setiap tim perwakilan kelas bersaing untuk menjawab soal-soal matematika, namun jawabannya tersembunyi di dalam karet gelang yang diselipkan di dalam nampan berisi tepung. Setelah berhasil menyelesaikan soal, peserta harus mengaduk tepung untuk menemukan karet gelang yang bertuliskan jawaban yang benar. Tim yang menjawab paling cepat dan paling akurat dinyatakan sebagai pemenang. Saat kompetisi memasuki babak final, tantangannya semakin ketat karena soal-soal menjadi jauh lebih sulit, menguji kemampuan numerasi para peserta yang tersisa hingga batas maksimal. Melalui NUMERACE, semangat kemerdekaan dirayakan dengan cara yang mendidik, seru, dan penuh tawa membuktikan bahwa belajar matematika pun bisa menjadi acara yang paling dinantikan di sekolah.
Para pemenang lomba mendapatkan hadiah yang diserahkan pada saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tanggal 17 Agustus 2026 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat belajar mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MKT UNTIDAR ingin menegaskan bahwa memaknai kemerdekaan tidak selalu identik dengan lomba-lomba fisik semata, tetapi juga dapat diwujudkan lewat semangat mencerdaskan generasi bangsa. Literasi dan numerasi yang kuat diharapkan menjadi bekal siswa SMP Negeri 1 Tempuran untuk terus berkembang, sejalan dengan cita-cita kemerdekaan dalam bidang pendidikan.
Kegiatan ini turut menjadi bagian dari program kerja pilihan wajib Magang Kependidikan Terintegrasi di bidang Literasi dan Numerasi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































