YOGYAKARTA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memperkuat konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi berbagai agenda politik, termasuk Pemilu 2029. Penguatan struktur hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi salah satu prioritas kepengurusan baru.
Ketua DPD Hanura DIY Heru Bantolo mengatakan konsolidasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPC hingga struktur organisasi di tingkat bawah.
Menurut Heru, keberadaan struktur partai hingga desa dan kelurahan penting untuk memastikan organisasi tidak hanya aktif menjelang pemilu. Kader di tingkat paling bawah diharapkan dapat menjadi penghubung langsung antara partai dan masyarakat.
“Dengan kepercayaan Ketua Umum, kami akan kibarkan bendera Singa Hanura ke seluruh wilayah Provinsi Yogyakarta,” kata Heru seusai pelantikan pengurus DPD Hanura DIY di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).
Ia menargetkan konsolidasi tersebut dapat meningkatkan kesiapan Hanura DIY menghadapi Pemilu 2029. Selain memperkuat struktur, partai juga akan mendorong kader agar lebih aktif menjalankan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Heru mengatakan Hanura DIY juga akan membangun komunikasi dengan berbagai kekuatan politik di daerah. Menurut dia, hubungan yang baik antarelemen politik diperlukan untuk menjaga suasana demokrasi yang sehat di Yogyakarta.
“Kami juga akan terus menjalin persahabatan dengan seluruh unsur politik di Provinsi Yogyakarta,” ujarnya.
Pelantikan Jadi Awal Kerja Organisasi
Wakil Ketua Umum DPP Hanura bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Akhmad Muqowam, mengingatkan jajaran pengurus baru agar tidak menjadikan pelantikan sebagai puncak pencapaian organisasi.
Saat membacakan arahan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta, Muqowam menegaskan bahwa setelah pelantikan, pengurus memiliki tanggung jawab untuk membuktikan keberadaan partai melalui kerja nyata.
“Pelantikan bukan akhir, tapi awal tanggung jawab,” kata Muqowam.
Ia menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kelengkapan struktur administratif. DPD, kata dia, harus memastikan pembentukan DPC, PAC, hingga struktur lainnya benar-benar diikuti keberadaan kader, kegiatan, dan program yang berjalan.
Dengan demikian, organisasi di tingkat daerah diharapkan tidak sekadar memiliki kepengurusan di atas kertas, tetapi mempunyai aktivitas yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Muqowam juga mengingatkan kader Hanura untuk menerjemahkan komitmen keberpihakan kepada daerah melalui tindakan konkret. Kader diminta hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, menyerap aspirasi, memahami kebutuhan warga, serta ikut mengawal penyelesaiannya.
Ia sekaligus mengingatkan seluruh pengurus agar tidak memanfaatkan posisi organisasi untuk kepentingan pribadi.
“Jangan gunakan jabatan untuk kepentingan pribadi,” ujar Muqowam menyampaikan pesan Ketua Umum Hanura.
Bersamaan dengan Bimtek Anggota DPRD
Pelantikan DPD Hanura DIY tersebut digelar bersamaan dengan Bimbingan Teknis Nasional Anggota DPRD Hanura se-Indonesia. Agenda ini menjadi bagian dari upaya partai meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat koordinasi organisasi secara nasional.
Pelantikan di Yogyakarta itu turut dihadiri perwakilan Kesbangpol DIY, KPU, Bawaslu, serta sejumlah pimpinan partai politik di DIY.
Dengan kepengurusan baru dan target penguatan organisasi hingga tingkat desa serta kelurahan, Hanura DIY mulai menyiapkan fondasi politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Tantangannya kini adalah memastikan konsolidasi tersebut berujung pada kerja organisasi yang nyata dan konsisten di tengah masyarakat. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































