Pasuruan, 5 September 2026 – Halaman SDN Jarangan 1, Kabupaten Pasuruan, tampak lebih semarak dari biasanya. Bukan sekadar belajar di dalam kelas, siswa-siswi diajak turun langsung mengenal lingkungan melalui kegiatan Green Education yang digagas PKPL Universitas Negeri Malang (UM) dengan mengusung tema “Tanam Kepedulian, Tuai Keberlanjutan.” Kegiatan ini mengajak siswa belajar mengolah dedaunan kering menjadi pupuk sekaligus menanam benih kangkung dan pohon mangga.
Kegiatan dimulai dengan pemberian materi mengenai pembuatan pupuk berbahan dasar dedaunan kering. Materi disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami sehingga siswa dapat mengenal bahwa bahan yang sering dianggap sebagai sampah ternyata masih memiliki manfaat bagi lingkungan. Setelah mendapatkan pemahaman awal, siswa kemudian diajak mengikuti proses pembuatan pupuk secara langsung.
Suasana kegiatan semakin seru ketika siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam praktik. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mengikuti setiap tahapan pembuatan pupuk dan belajar mengenali pentingnya pemanfaatan bahan organik di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat melihat dan mempraktikkan langsung konsep yang selama ini mungkin hanya mereka temui melalui buku pelajaran.
Green Education kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman biji kangkung dan pohon mangga. Siswa diajak menanam sekaligus memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga dapat dimulai dari hal sederhana seperti mengolah bahan organik dan menanam tumbuhan.

Aktivitas menanam pun menjadi salah satu momen yang paling menarik bagi siswa. Mereka tampak antusias ketika berinteraksi langsung dengan tanah, memasukkan benih, dan menanam pohon. Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa diperkenalkan pada proses bagaimana sebuah tanaman dapat tumbuh serta pentingnya perawatan secara berkelanjutan.
Bagi PKPL UM, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian dan kemandirian sekolah. Edukasi lingkungan sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan praktik langsung, pesan tentang keberlanjutan menjadi lebih dekat dan mudah dipahami oleh siswa.
Ketua Umum PKPL sekaligus Ketua FORKOMPAS (Forum Komunikasi Mahasiswa Pasuruan Raya), Stevanus Purbadirja, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap sekolah.
“Pengabdian ini merupakan langkah awal bentuk kepedulian Universitas terhadap Sekolah, dengan membentuk sinergi ini diharapkan sekolah menjadi mandiri dan dapat melesat menuju adiwiyata tingkat nasional,” ujar Stevanus (14/09/2026)
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, universitas, dan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya lingkungan yang tidak hanya berlangsung sesaat. Sekolah diharapkan mampu melanjutkan praktik-praktik sederhana yang telah diperkenalkan sehingga kegiatan peduli lingkungan dapat berkembang menjadi kebiasaan dan budaya sekolah.
Menariknya, konsep “Tanam Kepedulian, Tuai Keberlanjutan” tidak berhenti pada aktivitas menanam secara simbolis. Pesan utama kegiatan adalah bagaimana siswa dapat memahami hubungan antara tindakan kecil dan dampaknya bagi lingkungan. Dedaunan kering yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali, sementara benih dan pohon yang ditanam hari ini menjadi investasi untuk lingkungan sekolah di masa depan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat suasana pembelajaran yang aktif dan kontekstual di SDN Jarangan 1. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman nyata, bekerja bersama, serta membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
Dari dedaunan kering menjadi pupuk, dari benih kecil menjadi harapan, Green Education PKPL UM membawa pesan sederhana tetapi kuat: menjaga bumi dapat dimulai dari sekolah dan dari tangan generasi muda. Jika kepedulian ditanam sejak dini, bukan tidak mungkin keberlanjutan akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat.
Melalui kegiatan Green Education ini, PKPL UM berharap sinergi dengan SDN Jarangan 1 dapat terus berkembang. Hari ini siswa belajar membuat pupuk dan menanam; esok mereka diharapkan menjadi generasi yang mampu merawat, mengelola, dan menjaga lingkungan secara mandiri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































