Siaran Berita, Aditirto, (3/9/2026) —Persoalan limbah peternakan menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan lingkungan di wilayah pedesaan, terutama ketika limbah yang dihasilkan dari aktivitas peternakan belum dimanfaatkan secara optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, KKN UMP Kelompok 031 Desa Aditirto 2026 melaksanakan kegiatan edukasi sekaligus praktik pengolahan limbah peternakan melalui program bertajuk “Inovasi Komposting Kotoran Ayam Berbasis Aktivator EM4 dan Zeolit sebagai Solusi Penanganan Limbah Peternakan di Desa Aditirto.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 10.00 hingga 12.30, bertempat di Peternakan Bumdes Aditirto.
Program tersebut dirancang sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan pemahaman dan pengalaman praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah peternakan. Kotoran ayam yang selama ini berpotensi menjadi persoalan apabila tidak dikelola dengan baik diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah kembali menjadi pupuk organik. Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan limbah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga melihat adanya peluang pemanfaatan kembali melalui proses pengomposan yang lebih terarah.
Kegiatan disusun dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UMP Kelompok 031 Desa Aditirto 2026 yang berjumlah 10 orang. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pengelola Peternakan Bumdes Aditirto serta para petani Desa Aditirto sebagai peserta utama. Keterlibatan kedua kelompok tersebut menjadi bagian penting karena pengelola peternakan merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan limbah kotoran ayam, sementara petani memiliki kebutuhan terhadap bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.
Pemilihan Peternakan Bumdes Aditirto sebagai lokasi kegiatan juga memberikan konteks yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Aktivitas peternakan menghasilkan kotoran ayam yang perlu mendapatkan penanganan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan sekaligus dapat memberikan nilai guna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh, sehingga pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi dapat dipahami melalui pengalaman praktik secara langsung.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pemateri. Tahap awal tersebut diisi dengan perkenalan serta penyampaian tujuan kegiatan kepada peserta. Penyampaian tujuan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang akan diikuti, termasuk alasan pengolahan kotoran ayam perlu dilakukan dan bagaimana proses tersebut berkaitan dengan pemanfaatan limbah peternakan secara lebih berkelanjutan.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pelaksanaan pre-test. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai pengolahan limbah kotoran ayam. Pre-test menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk melihat sejauh mana peserta telah memahami persoalan limbah peternakan serta kemungkinan pemanfaatannya sebelum menerima pemaparan materi dan mengikuti praktik. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan penyuluhan, tetapi juga memberikan ruang untuk melihat kondisi pemahaman peserta pada awal kegiatan.
Materi kemudian disampaikan oleh dua pemateri, yakni Salsabila Azhar dan Renita Dwi Puspita, yang sekaligus bertugas sebagai penanggung jawab kegiatan. Pemaparan materi diarahkan pada persoalan limbah kotoran ayam, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan hingga potensi pemanfaatannya sebagai bahan dasar pupuk organik. Peserta diberikan pemahaman bahwa limbah peternakan tidak selalu harus dipandang sebagai material yang tidak berguna, sebab dengan pengolahan yang tepat, kotoran ayam dapat diarahkan menjadi bagian dari proses pemanfaatan bahan organik.
Penjelasan mengenai dampak limbah menjadi salah satu aspek penting dalam materi tersebut. Pengelolaan kotoran ayam yang tidak dilakukan secara tepat dapat menimbulkan persoalan bagi lingkungan sekitar peternakan. Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai cara penanganan yang dapat mengurangi potensi permasalahan sekaligus memberikan manfaat tambahan. Perspektif inilah yang kemudian menjadi dasar pengenalan komposting sebagai salah satu alternatif pengelolaan limbah peternakan di Desa Aditirto.
Materi kegiatan secara khusus mengangkat inovasi komposting kotoran ayam dengan memanfaatkan aktivator EM4 dan zeolit. Penggunaan kedua bahan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari proses pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik. Penyampaian materi dibuat selaras dengan kondisi lapangan dan kebutuhan peserta, sehingga konsep pengolahan limbah tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dikaitkan dengan kemungkinan penerapannya dalam aktivitas peternakan maupun pertanian masyarakat Desa Aditirto.
Pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk. Pada tahap ini, peserta tidak hanya menyimak penjelasan dari pemateri, tetapi mengikuti proses pengolahan kotoran ayam secara langsung. Praktik menjadi bagian yang menonjol karena memberikan kesempatan kepada pengelola peternakan dan petani untuk melihat secara lebih konkret bagaimana bahan yang sebelumnya diposisikan sebagai limbah dapat diarahkan menjadi pupuk organik.
Proses praktik dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pengolahan yang diperkenalkan kepada peserta memiliki keterkaitan dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan selama praktik berlangsung, sementara peserta mengikuti tahapan pengolahan yang dijelaskan oleh pemateri. Interaksi secara langsung tersebut memungkinkan peserta untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses komposting dan pemanfaatan bahan yang digunakan.
Keberadaan aktivator EM4 dan zeolit menjadi bagian dari inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut. Penggunaan bahan tersebut diarahkan untuk mendukung proses pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik. Melalui praktik langsung, peserta memperoleh pengetahuan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berkaitan dengan penerapan pengolahan limbah secara praktis. Pendampingan mahasiswa KKN selama kegiatan turut membantu memastikan setiap tahapan dapat diikuti peserta sesuai dengan penjelasan yang diberikan.
Setelah praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan post-test. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti pemaparan materi dan praktik pengolahan limbah. Post-test menjadi bagian evaluasi kegiatan karena memberikan ruang untuk melihat perubahan pemahaman peserta dibandingkan dengan kondisi sebelum materi diberikan. Pelaksanaan pre-test dan post-test sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan dirancang dengan tahapan yang terstruktur, mulai dari pengukuran pengetahuan awal, pemberian materi, praktik, hingga evaluasi setelah kegiatan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi singkat dan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai proses pengolahan kotoran ayam maupun pemanfaatan pupuk organik yang telah dibuat. Sesi tersebut menjadi ruang interaksi antara mahasiswa KKN, pengelola peternakan, dan petani Desa Aditirto untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan limbah serta kemungkinan pemanfaatannya secara lebih optimal.

Diskusi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperjelas kembali materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pertanyaan yang muncul dapat menjadi bagian dari proses penguatan pemahaman karena peserta tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi turut terlibat dalam pembahasan mengenai pengolahan limbah peternakan. Dengan pola kegiatan seperti itu, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN dapat berlangsung secara lebih komunikatif dan dekat dengan kebutuhan peserta di lapangan.
Seluruh anggota KKN UMP Kelompok 031 Desa Aditirto 2026 turut berperan sebagai tim pendamping selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 10 mahasiswa terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari membantu pelaksanaan rangkaian acara hingga mendampingi peserta pada sesi praktik. Pembagian peran tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung secara terarah dan peserta memperoleh pendampingan selama mengikuti setiap tahap yang telah disusun.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh pemateri. Peserta kembali diingatkan mengenai pentingnya memanfaatkan limbah secara berkelanjutan, khususnya limbah kotoran ayam yang dihasilkan dari aktivitas peternakan. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya berkaitan dengan upaya mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat diarahkan pada pemanfaatan kembali bahan organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan sejak pembukaan, pelaksanaan pre-test, pemaparan materi, praktik pembuatan pupuk, post-test, hingga sesi diskusi dan tanya jawab. Kehadiran pengelola Peternakan Bumdes Aditirto dan para petani Desa Aditirto menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program yang dilaksanakan oleh KKN UMP Kelompok 031 tersebut.
Melalui kegiatan Inovasi Komposting Kotoran Ayam Berbasis Aktivator EM4 dan Zeolit, KKN UMP Kelompok 031 Desa Aditirto 2026 membawa gagasan pengelolaan limbah yang berangkat dari potensi lokal. Kotoran ayam yang dihasilkan dari aktivitas peternakan diperkenalkan untuk dapat dikelola melalui proses komposting dan dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan bagi pengelola peternakan dan petani mengenai alternatif penanganan limbah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa KKN dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh melalui lingkungan akademik dengan persoalan yang ditemui masyarakat. Melalui penyampaian materi, praktik langsung, evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta diskusi bersama peserta, program tidak sekadar menghadirkan penyuluhan, tetapi juga memberikan pengalaman pengolahan limbah secara langsung. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan di Peternakan Bumdes Aditirto menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan secara lebih bijak sekaligus memperkenalkan peluang pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik bagi masyarakat Desa Aditirto.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































