SUKAKARSA, 29 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melaksanakan program inovasi teknologi tepat guna dengan menghadirkan alat pembasmi hama serangga padi berbasis light trap di Desa Sukakarsa. Program tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukakarsa karena dinilai mampu memberikan solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam membantu petani mengendalikan hama pada tanaman padi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Inovasi alat pembasmi hama ini berawal dari hasil observasi dan diskusi mahasiswa bersama petani serta perangkat Desa Sukakarsa selama pelaksanaan KKN. Dari hasil identifikasi di lapangan, serangan hama serangga masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman padi sehingga diperlukan alternatif pengendalian hama yang efektif sekaligus ramah lingkungan.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan alat berbasis light trap yang memanfaatkan lampu ultraviolet (UV) sebagai media untuk menarik serangga hama pada malam hari dan feromon sebagai cairan yang berfungsi untuk membunuh hama serangga tersebut. Serangga yang mendekati sumber cahaya kemudian akan terperangkap sehingga populasinya dapat ditekan tanpa bergantung sepenuhnya pada penggunaan pestisida kimia. Selain lebih ramah lingkungan, alat ini juga dirancang dengan biaya pembuatan yang relatif terjangkau dan mudah dioperasikan oleh petani.
Ketua Kelompok KKN 98 Unsika menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang agar dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat serta menjadi alternatif pengendalian hama yang berkelanjutan.
“Kami melihat bahwa petani membutuhkan solusi yang sederhana, mudah digunakan, dan memiliki biaya operasional yang rendah. Oleh karena itu, kami mengembangkan alat pembasmi hama berbasis light trap sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, alat ini dapat membantu petani mengurangi serangan hama sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen,” ujarnya.
Selain menyerahkan alat kepada Gapoktan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai prinsip kerja alat, cara pemasangan, pengoperasian, serta perawatan agar alat dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang. Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari anggota Gapoktan yang hadir.
Ketua Gapoktan Desa Sukakarsa menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN UNSIKA. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan petani sekaligus menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang. Alat pembasmi hama ini sangat membantu petani dalam mengendalikan hama serangga pada tanaman padi. Selain efektif, biaya pembuatannya juga relatif murah sehingga dapat diterapkan oleh kelompok tani. Alat ini juga ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia. Cara penggunaannya pun sangat mudah sehingga petani tidak akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan maupun merawatnya. Harapan kami, ke depan anggota kelompok tani dapat belajar membuat alat ini secara mandiri dan memperbanyak penggunaannya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani. Semoga inovasi seperti ini terus dikembangkan dan menjadi solusi yang bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Desa Sukakarsa” ujar Ketua Gapoktan Desa Sukakarsa.
Para petani yang mengikuti kegiatan juga memberikan respons positif terhadap inovasi tersebut. Mereka berharap alat pembasmi hama berbasis light trap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya mengurangi serangan hama serta meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Sukakarsa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































