Semarang – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekosistem penelitian di Indonesia. Semangat tersebut tercermin dalam perjalanan akademik Aqsa Aufa Syauqi Sadana yang berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Biomedik FK Undip melalui Program Beasiswa DBR Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Aqsa dinyatakan lulus dengan IPK 4,00 dan predikat Cumlaude, saat prosesi wisuda kemudian dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro.
Program Degree by Research (DBR) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berfokus pada penelitian sejak awal masa studi. Melalui skema ini, Aqsa tidak hanya mengikuti proses akademik di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman riset dalam ekosistem penelitian nasional yang dibangun bersama BRIN.
Selama menempuh studi, ia terlibat dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pengembangan metodologi, pengumpulan data lapangan, analisis laboratorium, analisis statistik, hingga penyusunan publikasi ilmiah. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya sebagai peneliti muda di bidang biomedik.

Penelitian tesis yang diangkat mengkaji hubungan antara variasi genetik GSTP1, paparan merkuri pada ibu hamil, komplikasi obstetri, serta luaran kelahiran sebagai bagian dari upaya memperkuat bukti ilmiah dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
Menurut Aqsa, kesempatan mengikuti Program DBR BRIN memberikan pengalaman yang sangat berharga karena membentuk cara berpikir sebagai seorang peneliti.
“Melalui Program Degree by Research BRIN, saya belajar bahwa penelitian bukan hanya menghasilkan data, tetapi juga membangun cara berpikir yang sistematis, kritis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk perjalanan akademik dan penelitian saya ke depan,” ujarnya.
Selama mengikuti program tersebut, Aqsa juga aktif mengikuti berbagai seminar ilmiah, forum penelitian, serta kompetisi inovasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai penghargaan berhasil diraih sebagai bentuk apresiasi atas karya ilmiah dan inovasi yang dikembangkannya.
Ke depan, Aqsa berkomitmen melanjutkan pengembangan penelitian di bidang genetik, toksikologi lingkungan dan kesehatan ibu anak. Ia berharap dapat terus berkolaborasi dengan BRIN, perguruan tinggi, dan berbagai institusi penelitian dalam menghasilkan inovasi yang mampu mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya, khususnya para dosen pembimbing, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, para peneliti dan mentor di BRIN, keluarga, serta seluruh rekan kolaborasi yang telah menjadi bagian dari proses tersebut.
Bagi Aqsa, kelulusan magister bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai peneliti muda Indonesia. Dengan bekal pengalaman yang diperoleh melalui Program Degree by Research BRIN, ia berharap dapat terus menghadirkan penelitian yang berkualitas, memperkuat kolaborasi nasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta kesehatan masyarakat Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































