Gresik – Permasalahan anak yang sulit makan atau picky eater masih menjadi tantangan bagi banyak orang tua, khususnya ibu muda. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebiasaan makan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita apabila tidak ditangani dengan baik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama dosen pembimbing melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Lasem, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Program ini mengusung tema “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pola Asuh Gizi Ibu Muda dalam Penanganan Anak Picky Eater” dengan sasaran utama kader Posyandu, bidan desa, serta ibu muda yang memiliki balita.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu dalam memberikan pola asuh gizi yang tepat kepada anak, sekaligus memberikan solusi praktis melalui pemanfaatan bahan pangan lokal berupa kentang menjadi makanan bergizi yang menarik bagi balita.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai penyebab dan penanganan perilaku picky eater berdasarkan pendekatan psikologi anak. Para ibu juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan suasana makan yang nyaman tanpa adanya paksaan sehingga anak dapat membangun kebiasaan makan yang lebih baik.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan berbagai olahan kentang yang dapat dijadikan alternatif menu sehat untuk anak. Produk yang diperkenalkan antara lain Potato Pom-Pom Wortel Keju, Potato Veggie Omelette, dan Potato Chips yang dibuat menggunakan bahan sederhana namun memiliki kandungan gizi yang baik bagi tumbuh kembang balita.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa kentang dipilih karena mudah diperoleh masyarakat, memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, serta dapat dikreasikan menjadi berbagai jenis makanan yang disukai anak. Dengan demikian, ibu muda memiliki alternatif menu sehat yang dapat dibuat sendiri di rumah tanpa harus bergantung pada makanan instan.
Selain pelatihan memasak, tim pengabdian juga menyediakan media edukasi berupa poster mengenai pola asuh gizi dan penanganan anak yang mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM). Poster tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan di Posyandu sehingga informasi mengenai pemenuhan gizi balita dapat terus disampaikan kepada masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka ketika menghadapi anak yang sulit makan serta mencoba langsung proses pembuatan menu yang telah diperagakan oleh tim mahasiswa. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai pola asuh gizi yang lebih tepat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita. Kolaborasi antara perguruan tinggi, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap pemenuhan gizi balita sejak usia dini.
Program pengabdian ini menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak ibu muda yang mampu menerapkan pola asuh gizi yang baik sehingga angka balita dengan masalah gizi maupun perilaku picky eater dapat terus ditekan, khususnya di Desa Lasem dan wilayah sekitarnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































