Gresik, 12 Juli 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Konversi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Sub Kelompok 1 menggelar Pelatihan Pengembangan Mindset dan Perencanaan Bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) bagi anggota Karang Taruna Tunas Muda Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik di bawah bimbingan Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pemuda dalam menyusun perencanaan bisnis sekaligus menumbuhkan pola pikir kewirausahaan berbasis potensi desa.
Pelatihan dipimpin oleh Ketua Sub Kelompok 1, Dhimas Nalendra Krisna, bersama mahasiswa lintas program studi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pengurus Karang Taruna yang menunjukkan masih banyak pemuda memiliki minat untuk berwirausaha, tetapi belum memiliki kemampuan menyusun model bisnis secara sistematis.
Melalui program KKN, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memperkenalkan Business Model Canvas (BMC) sebagai metode sederhana untuk membantu peserta menyusun model bisnis. Melalui sembilan elemen dalam BMC, peserta dibimbing mengidentifikasi segmen pelanggan, nilai produk, saluran pemasaran, hubungan dengan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra usaha, serta struktur biaya, sehingga ide bisnis yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi rencana usaha yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengembangan mindset kewirausahaan, identifikasi peluang usaha, hingga praktik menyusun sembilan elemen Business Model Canvas yang meliputi Customer Segments, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, dan Cost Structure. Selain itu, peserta juga dibimbing menggunakan template Business Model Canvas sebagai panduan dalam menyusun model bisnis yang sesuai dengan potensi usaha masing-masing.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan praktik penyusunan Business Model Canvas berdasarkan ide usaha masing-masing peserta. Setiap peserta didampingi agar mampu menyusun model bisnis yang sesuai dengan potensi usaha yang dimiliki.
Salah seorang peserta, Cipa Dira, mengaku pelatihan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang pernah diikutinya.
“Pelatihan BMC tadi seru, menyenangkan, dan nggak bosenin. Semoga materi ini terus diingat sama teman-teman, dan bisnis yang tadi sudah ditulis bisa benar-benar tercapai,” kata Cipa Dira.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Raci Kulon, Dimas Arul, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan wawasan baru yang dapat menjadi bekal bagi para pemuda dalam mengembangkan usaha.
“Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat buat teman-teman Karang Taruna Desa Raci Kulon. Kami juga berharap teman-teman KKN Untag Surabaya menjadi pribadi yang lebih baik dan dimudahkan dalam pekerjaannya,” kata Dimas Arul.
Sebagai tindak lanjut, tim KKN menyerahkan modul pelatihan, template Business Model Canvas dalam bentuk digital, serta membuka pendampingan lanjutan bagi peserta agar model bisnis yang telah disusun dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang nyata.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Konversi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap semakin banyak pemuda Desa Raci Kulon yang berani memulai usaha, mampu mengembangkan potensi lokal, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Desa Raci Kulon.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































