GRESIK– Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 17 Sub Kelompok 2 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan program edukasi literasi digital bagi anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada hari keenam masa KKN ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman disinformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) serta batasan hukum dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan yang berlangsung pada hari keenam masa KKN ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman disinformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) serta batasan hukum dalam menggunakan media sosial.
Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Tinjauan Hukum Terhadap Hoaks, Pencemaran Nama Baik, dan UU ITE”. Materi ini dipaparkan langsung oleh salah satu dosen Untag Surabaya, Anggit Wasesa Praja, S.H., M.H. Dalam penjelasannya, Anggit menguraikan sejumlah potensi pelanggaran hukum akibat penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik di media sosial, serta menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian sebelum membagikan informasi.

Selanjutnya pada sesi kedua, Ahmad Ridwan memberikan materi bertema “Ibu Cerdas di Era Digital: Pintar Membedakan Hoaks AI dan Memanfaatkan AI untuk Sehari-hari”. Ahmad membagikan cara praktis mengidentifikasi konten palsu berbasis AI, termasuk teknologi deepfake berupa manipulasi wajah dan suara yang saat ini marak digunakan untuk modus kejahatan. Tak hanya mitigasi risiko, ia juga mempraktikkan cara memanfaatkan asisten virtual AI untuk membantu keperluan domestik seperti mencari resep masakan, ide usaha, hingga pembuatan desain promosi produk lokal.
Efektivitas program ini diukur melalui evaluasi pemahaman peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemaparan materi. Berdasarkan data tim KKN, rata-rata nilai peserta mengalami peningkatan dari angka awal 84,17 menjadi 95,00 pada sesi akhir.
Penanggung jawab kegiatan, Maskhur Ridho Febriansyah, menyatakan bahwa peningkatan skor tersebut menjadi indikator bahwa penyampaian materi dapat diterima dengan baik oleh warga.
“Kami berharap edukasi ini dapat menjadi benteng awal bagi keluarga di Desa Asempapak agar tidak mudah terjebak hoaks, sekaligus mampu mengoptimalkan teknologi digital untuk aktivitas produktif sehari-hari,” ujar Maskhur.
Acara ditutup dengan sesi simulasi interaktif penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dan tanya jawab bersama para peserta.
Ditulis oleh: Ahmad Ridwan, Mahasiswa program studi Sistem & Teknologi Informasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































