Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler R8 Desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, melaksanakan program kerja berupa penerapan teknologi tepat guna melalui pengembangan alat pengiris sukun. Inovasi ini dihadirkan sebagai upaya mendukung masyarakat dalam meningkatkan efisiensi proses produksi keripik sukun.
Program tersebut berawal dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa potensi buah sukun di Desa Mojopuro Gede belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, sebagian besar masyarakat hanya mengonsumsi sukun untuk kebutuhan rumah tangga atau menjualnya dalam kondisi segar, sehingga nilai tambah yang dihasilkan masih terbatas. Padahal, sukun memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi, salah satunya keripik sukun.
Dari hasil pengamatan di lapangan, proses pengirisan menjadi salah satu tahapan yang masih menghadapi kendala. Masyarakat umumnya masih menggunakan pisau untuk mengiris sukun secara manual. Cara tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, menguras tenaga, serta menghasilkan irisan dengan ketebalan yang tidak konsisten. Akibatnya, kualitas keripik yang dihasilkan kurang seragam dan kapasitas produksi menjadi terbatas.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN R8 merancang dan menerapkan alat pengiris sukun yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Alat ini dibuat dengan mempertimbangkan aspek kemudahan pengoperasian, keamanan penggunaan, efisiensi kerja, serta biaya pembuatan yang relatif ekonomis. Dengan desain yang sederhana, alat tersebut diharapkan dapat digunakan dan dirawat secara mandiri oleh pelaku usaha rumah tangga.
Sebagai bagian dari program, mahasiswa juga menyelenggarakan pelatihan mengenai cara penggunaan serta perawatan alat agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal. Selain itu, diberikan pula pendampingan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas kemasan, dan strategi pemasaran sebagai upaya meningkatkan daya saing keripik sukun di pasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN R8 Desa Mojopuro Gede berharap inovasi alat pengiris sukun mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih maksimal. Program ini juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi inovatif yang sederhana, aplikatif, dan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































