Gresik, Juli 2026 – Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Bu Novi Andari, S.S., M.Pd., melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan pembuatan pupuk kompos dengan Teknologi Tepat Guna (TTG) biopori di Desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang berguna untuk lingkungan dan pertanian.
Desa Mojopuro Gede memiliki potensi pertanian yang cukup besar, sehingga kebutuhan pupuk penting untuk menunjang produktivitas lahan. Di sisi lain, desa ini menghasilkan banyak sampah organik dari rumah tangga dan aktivitas pertanian, seperti sisa makanan, sayuran, buah, daun kering, rumput, dan sisa tanaman.
Hasil survei dan wawancara dengan perangkat desa menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik di Mojopuro Gede belum optimal. Meski terdapat fasilitas TPS 3R, sebagian besar sampah organik belum diolah menjadi produk bernilai, sehingga diperlukan pemberdayaan agar masyarakat mampu mengelola sampah secara lebih efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
Program KKN memperkenalkan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik. Lubang resapan biopori tidak hanya menjadi tempat penguraian sampah organik oleh mikroorganisme dan fauna tanah sehingga menghasilkan kompos, tetapi juga membantu meningkatkan daya serap air dan mengurangi genangan.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan manfaat pupuk kompos bagi lingkungan serta pertanian. Warga diberi pemahaman tentang dampak positif pengurangan sampah organik terhadap kebersihan lingkungan dan keuntungan penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendapat arahan serta dukungan dari DPL Bu Novi Andari, S.S., M.Pd.
Setelah itu, dilaksanakan pelatihan pembuatan lubang biopori dan praktik pengolahan sampah, yang mencakup penentuan lokasi, tahapan pengeboran, hingga pengisian sampah organik ke dalam biopori. Sampah yang dimasukkan secara berkala akan terurai secara alami menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan warga.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan selama proses pengomposan agar masyarakat memahami pemanfaatan biopori secara berkelanjutan dan memastikan proses dekomposisi berjalan baik. Menurut Bu Novi Andari, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai sehingga mereka mampu menerapkan teknologi biopori secara mandiri setelah program berakhir.
Pupuk kompos dari biopori memiliki manfaat bagi pertanian, antara lain meningkatkan kesuburan dan struktur tanah, meningkatkan kapasitas penyimpanan air, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Karena itu, penggunaan kompos memberi manfaat lingkungan sekaligus mendukung sektor pertanian yang menjadi potensi utama desa.
Program ini juga meliputi edukasi tentang desain kemasan dan identitas produk pupuk kompos biopori untuk meningkatkan nilai jual produk. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan masyarakat lebih memahami pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan dan mampu memanfaatkan biopori sebagai solusi sederhana, bermanfaat, dan ramah lingkungan.
Penulis: Feriona Ayurizta Iliyas (1222300013) Akuntansi
Dibawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan Bu Novi Andari, S.S., M.Pd
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































